Kabar Mojokerto

Belalang Goreng Masakan Fatmawati Asal Mojokerto Tembus Pasar Luar Pulau Jawa

Masakan belalang buatan Fatmawati awalnya dibeli oleh para tetangga. Selang setahun, penjualan melebar hingga ke luar Jawa ditawarkan melalui medsos.

Belalang Goreng Masakan Fatmawati Asal Mojokerto Tembus Pasar Luar Pulau Jawa
suryamalang.com/Danendra Kusuma
Fatmawati tengah menggoreng belalang pesanan pelanggan di teras rumah di Mojokerto, Kamis (21/2) 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Fatmawati (34) warga Dusun Suru lor, Desa Suru, Dawar blandong, Kabupaten Mojokerto mengolah belalang menjadi kudapan lezat nan menggugah selera. Bahkan, produk belalang goreng buatannya sudah tembus pasar luar Jawa.

Ditemui dikediamannya, Fatmawati tengah sibuk menggoreng belalang pesanan pelanggan di teras. Saat memasak, tangan Fatmati terlihat tak henti-hentinya mengaduk olahan belalang dengan spatula. Sembari mengaduk, Fatmati sesekali memantau perapian kompor gas.

Usai berubah warna kecokelatan, Fatmawati lantas mengentas belalang dari wajan. Tak seberapa lama dia menuangkan sejumlah adonan bumbu yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, cabai, dan kemiri ke dalam wajan. Seketika semerbak bau bumbu langsung menyeruak memenuhi teras hingga menusuk hidung.

Fatmawati telah menggeluti bisnis olahan belalang sejak tahun 2014. Awal mula berbisnis olahan muncul karena dirinya gemar menyantap belalang sedari kecil.

"Belalang sudah menjadi makanan favorit keluarga saya. Dari situ timbul inisiatif untuk membuka bisnis olahan makanan belalang. Resep olahan belalang didapat dari ibu, kemudian saya kembangkan," paparnya.

Awalnya, olahan belalang buatannya hanya dibeli oleh para tetangga. Selang setahun, Fatmawati memberanikan diri untuk melebarkan penjualan dengan memanfaatkan media sosial. Pelanggannya pun tersebar diberbagai daerah.

"Kini, pelanggan olahan belalang buatan saya sudah tersebar di beberapa kota di Jawa seperti Surabaya, Sidoarjo, dan Malang. Ada pula pelanggan dari luar Jawa yakni Batam, Palangkaraya, serta Bali," sebutnya.

Olahan belalang buatan Fatmawati memiliki rasa gurih bercampur pedas. Rasa inilah yang membuat para pelanggan kecanduan. Dalam sehari dirinya mendapat pesanan 2 kg hingga 8 kg olahan belalang.

"Olahan belalang buatan saya ada dua pilihan varian saja, yakni sedang dan pedas. Yang paling laris rasa pedas. Omzet sehari saya bisa meraup Rp 400.000 sampai Rp 1.300.000," paparnya.

Ibu tiga orang anak ini membanderol olahan belalang Rp 280.000 per kilogram. Selain itu, Fatmawati juga menyediakan pilihan olahan belalang dengan kemasan plastik seberat 1 ons dengan harga Rp 30.000.

"Pelanggan juga bisa beli olahan belalang mentahan seharga Rp 165.000. Belalang yang sudah dimasak bisa bertahan sampai tiga minggu," ujarnya.

Fatmawati mendapatkan belalang dari para pemburu asal Sooko, Wringin Anom, Gresik. Ada 7 pemburu yang menyuplai belalang ke Fatmawati. Belalang yang disuplai jenis belalang kayu dan padi.

"Stok belalang bakal melimpah saat musim penghujan dan panen padi. Saya mengambil belalang di pemburu seharga Rp 120.000 perkilo," jelasnya.

Tini (31) salah satu warga Dusun Selo lor mengatakan, dirinya setiap hari selalu memesan produk olahan belalang Fatmawati. Tini sudah menjadi pelanggan tetap sejak Fatmawati merintis bisnis ini.

"Rasanya gurih dan pedas, olahan belalang Fatmawati sungguh menggoyang lidah. Apalagi disantap dengan nasi jagung. Tetapi pada dasarnya saya memang gemar menyantap belalang karena teksturnya mirip dengan udang," tandasnya.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved