Malang Raya

Berangkatkan Prajurit Ke Lombok, Begini Pesan Panglima Kodam V Brawijaya Di Malang

Mereka akan melakukan misi percepatan pembangunan daerah terdampak bencana gempa bumi Lombok yang terjadi beberapa lalu.

Berangkatkan Prajurit Ke Lombok, Begini Pesan Panglima Kodam V Brawijaya Di Malang
SURYAMALANG.COM/Mohammad Erwin
Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi, mengecek kelengkapan prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen Malang yang akan berangkat ke Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi resmi memberangkatkan secara simbolis 100 prajurit Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 5 Kepanjen ke Lombok Timur , Nusa Tenggara Barat, Kamis (21/2/2019).

Sesuai rencana, para prajurit tersebut terbang menuju Lombok dari Bandara Abdurahman Saleh dengan pesawat Hercules keesokan harinya, Jumat (22/2/2019)

Kepada para prajurit, Wisnoe menegaskan, pemberangkatan ini adalah murni tugas kemanusian yang harus diemban setiap prajurit.  Nantinya, mereka akan melakukan misi percepatan pembangunan daerah terdampak bencana gempa bumi Lombok yang terjadi beberapa lalu. Diantaranya perbaikan rumah penduduk hingga infrastruktur yang rusak.

"Tugas kemanusiaan menjadi sebuah kehormatan bagi prajurit. Berbuatlah yang terbaik, dan selamat hingga kembali ke kesatuan," pesan Wisnoe dalam pidatonya dihadapan ratusan prajurit.

Wisnoe menjelaskan, para prajurit yang tergabung dalam satgas percepatan pembangunan ini diharapkan menjalankan tugas dengan komitmen dan dedikasi tinggi.

"Saya tekankan, tugas itu kepercayaan dan harga diri. Kalau kamu tidak mampu, maka berarti tidak punya harga diri dan kehormatan, apakah kalian mampu?," tanya Wisnoe kepada para prajurit.

"Siap! Mampu!," saut ratusan prajurit.

Wisnoe juga menambahkan, bahwa prajurit yang terpilih tugas operasi kemanusiaan ini, harus berbangga hati. Karena tugas ini adalah kehormatan dan kepercayaan yang diberikan bangsa dan negara, dalam melakukan reboisasi dan rekonstruksi sarana masyarakat yang menjadi korban gempa.

Menurutnya, untuk mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin, prajurit diwanti-wanti jangan sampai lemah. Wisnoe juga mengingatkan agar prajurit tidak membedakan suku, golongan, ras maupun agama.

"Kalian (prajurit) tugas di NTB selama dua bulan. Kami minta berikan yang terbaik untuk membantu masyarakat. Jadikan kehormatan dan pengabdian tugas ini, sebagai wujud kemanunggalan TNI," tutur Wisnoe.

Kepada media, Wisnoe menjelaskan, selama dua bulan menjalankan tugas, 100 prajurit tersebut akan mengemban tugas melakukan perbaikan di sembilan titik dengan memperbaiki sekitar 900 rumah warga.

"Setelah dari Lombok, para prajurit akan lanjut ke Kalimantan untuk misi yang sama. Ini bisa saja mereka lebih dari dua bulan di Lombok. Maka dari itu saya tekankan mereka (prajurit) harus selalu kuat," tuturnya. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved