Kabar Magetan

Jaksa Magetan Bidik Pelaksanaan Proyek Sumur Air Dalam Senilai Rp 2,2 Miliar

Magetan membidik pelaksanaan proyek Sumur Air Dalam di wilayah Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, total senilai Rp 2,248 miliar.

Jaksa Magetan Bidik Pelaksanaan Proyek Sumur Air Dalam Senilai Rp 2,2 Miliar
doni prasetyo - suryamalang.com
Proyek sumur dalam untuk mengairi sawah petani seluas 20 hektar di Krowe, Desa Tapen, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan yang diduga sarat penggelembungan biaya pelaksanaan hingga tiga kali lipat dibanding sumur dalam yang dibuat petani dengan spesifikasi sama. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan membidik pelaksanaan proyek Sumur Air Dalam di wilayah Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, total senilai Rp 2,248 miliar. 

"Kami pelajari dulu, selanjutnya kami koordinasikan secara seksama, baru melangkah," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Magetan, Atang Pujiyanto, kepada SuryaMalang.Com, Rabu (20/2/2019).

Menurut dia, setelah pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dirasakan cukup, pihaknya melangkah ke tahapan berikutnya berupa penyelidikan (LID).

"Kalau ditemukan adanya dua alat bukti yang cukup, baru melangkah ke tahapan di atasnya untuk menetapkan calon tersangka," ujar Kajari Atang.

Sementara, Kepala Bidang Sumber Daya Alam (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Yuli K Iswahyudi, bersikukuh, pelaksanaan proyek itu sudah sesuai mekanisme semestinya.

"Tidak benar kalau pelaksanaan proyek sumur air dalam senilai Rp 2 miliar lebih itu tidak dilelang. Semua lewat prosedur sebagaimana mestinya. Kami tinggal mendapat surat dan mengawasi pelaksanaan proyek itu," kata Yuli K Iswahyudi kepada SuryaMalang.com, Rabu (20/2/2019).

Selain itu, Yuli juga merasa tidak pernah memungut biaya dari petani penerima manfaat, baik saat pelaksanaan proyek maupun setelah proyek selesai dikerjakan.

"Kami tidak pernah menarik biaya kepada petani, kami tidak tahu dan mendengar adanya penarikan iuran Rp 1, 4 juta/ hektare. Kalau mempermasalahkan teknis, kami harus ketemu dan dibicarakan ini satu per satu. Hal ini agar gamblang," kata Yuli.

Seperti diberitakan, keganjilan pelaksanaan proyek di tiga lokasi di wilayah Kecamatan Parang, Magetan ini ditemukan Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) Patriot.

"Kami minta RAB (rencana anggaran) pembangunan sumur air dalam itu tidak dibolehkan, katanya harus seizin tertulis kepada Bupati Magetan," kata Noorman Susanto dari LPKSM Patriot. 

Sejumlah Keganjilan Proyek Sumur Air Tanah Dalam Senilai Rp 2 Miliar di Magetan

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved