Malang Raya

Saran Praktisi Hukum untuk Polisi soal Bukti Dugaan Pencabulan di SDN Kauman 3

Pelecehan seksual yang dilakukan dengan cara meraba tidak akan menimbulkan bekas apapun pada korban.

Saran Praktisi Hukum untuk Polisi soal Bukti Dugaan Pencabulan di SDN Kauman 3
mochammad rifky edgar hidayatullah - suryamalang.com
Mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Sri Wahyuningsih. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN -  Penyidikan kasus dugaan pencabulan oleh oknum guru di SDN Kauman 3, Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen, Kota Malang, terganjal belum lengkapnya bukti.

Menanggapi hal itu, mantan dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (UB), Sri Wahyuningsih, menyebut Polisi agar segera menyelesaikan kasus ini terutama terkait hasil visum.

Menurutnya, hasil visum yang harus dilakukan kepada korban ialah Visum et Repertum Psikiatrikum.

"Kalau hanya visum et repertum saja, akan membuat Polisi kesulitan untuk menemukan bukti yang kuat," ucapnya saat dihubungi SURYAMALANG.COM, Kamis (21/2/2019).

Sri yang juga Ketua Woman Crisis Centre itu menyebutkan, visum et repertum psikiatrikum harus dilakukan untuk melihat kondisi psikologi dari korban.

Hal itu dilakukan agar Polisi bisa mendalami penyelidikan tentang apa yang telah dirasakan oleh korban.

"Satu kali meraba adalah kejahatan pencabulan. Selama ini banyak dari korban yang mengira bahwa itu adalah tindakan kasih sayang yang dilakukan oleh gurunya. Karena korban memang tidak merasakan," ucapnya.

Kata Sri, pelecehan seksual yang dilakukan dengan cara meraba tidak akan menimbulkan bekas apapun pada korban.

Namun, dari aspek Psikologis akan menjadikan korban merasa trauma dan korban akan terus teringat pelecehan seksual itu.

"Kekerasan atau pelecehan secara psikologis akan merusak generasi bangsa. Bahkan akan teringat sampai korban meninggal dunia. Untuk itu, kami ingin Polisi menguatkan alat bukti yang valid salah satunya terkait visum itu tadi," ujarnya.

Dia bersama lembaga perlindungan anak lain di Kota Malang dan LSM juga akan membantu dan mendorong kepolisian untuk mengumpulkan bukti-bukti yang sudah dikumpulkannya.

Salah satunya ialah dengan mendatangi ke sekolah-sekolah yang pernah diajar oleh guru berinisial IS itu.

"Kami akan bekerjasama dengan Polres Malang Kota dalam hal ini Kasat Reskrim supaya proses ini segera tuntas. Kami juga akan mengunjungi sekolah-sekolah tempat terlapor ini mengajar dulunya seperti di SDN Jodipan," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved