Malang Raya

Semua SD dan SMP di Kota Malang akan Dipasang CCTV

seluruh SD dan SMP akan dipasang CCTV. Pemasangan CCTV itu untuk menghindari perilaku yang tidak sewajarnya di sekolah.

Semua SD dan SMP di Kota Malang akan Dipasang CCTV
Mochammad Rify Edgar Hidayatullah - SuryaMalang.com
SDN Kauman 3, Kelurahan Kauman Kecamatan Klojen, Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Wakil Walikota Malang Sofyan Edi Jarwoko mengatakan bahwa seluruh SD dan SMP akan dipasang CCTV. Pemasangan CCTV itu untuk menghindari perilaku yang tidak sewajarnya di sekolah.

Bung Edi, sapaan akrabnya tidak ingin kasus seperti di SDN Kauman 3 terulang kembali. Ia juga mengimbau agar orangtua bisa terbuka atau bercerita kepada pihak sekolah jika anaknya mengalami pelecehan.

“Setelah kami pelajari dengan seksama, dan melakukan rapat koordinasi, serta melihat satu kondisi di lingkungan pendidikan, maka kami punya agenda memasang CCTV di masing-masing sekolah. Tentunya di bawah tanggungjawab Pemkot Malang yaitu SD dan SMP. Kami juga sarankan agar SMA memasang CCTV,” ujar Edi, Kamis (21/2/2019).

CCTV akan di pasang di sudut-sudut sekolah. Namun Edi menyerahkan sepenuhnya kewenangan pemasangan CCTV kepada pihak sekolah. Pasalnya, pihak sekolahlah yang mengetahui lingkungan sekolahnya.

“Pokoknya di sudut yang diprediksi rawan agar kejadian yang tidak diinginkan tidak terulang kembali. Tentu, pihak sekolah serta komite akan bersama-sama berembug menempatkan CCTV paling tepat sehingga dijamin murid aman dan orangtua tidak khawatir,” jelasnya.

Di sisi lain, Pemkot Malang juga akan menghadirkan psikiater yang akan mendampingi para korban. Oleh sebab itu, orangtua yang anaknya menjadi korban dihimbu untuk memberitahukan kepada sekolah.

“Dan kami himbau, kepada orangtua atau murid yang merasa pernah mengalami hal serupa bisa menyampaikan. Secara informasi dulu, supaya tidak terulang lagi,”katanya.

Kasus pelecehan seksual yang terjadi di SDN Kauman 3 membuat Edi menaruh prihatin. Menurutnya, tidak seharusnya seorang guru melakukan hal yang tidak beretika kepada muridnya sendiri.

"Saya kira ini adalah sebuah kejadian yang memprihatinkan dan memalukan. Legislatif perlu memberikan dukungan melalui pembuatan regulasi," ujar Bung Edi.

Menurut Edi, pengawalan proses kasus ini tidak hanya pemerintah saja, tetapi juga butuh bantuan dari semua pihak.

“Semua terlibat dalam proses pengawasan," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Zubaidah berharap kejadian ini yang terakhir kalinya terjadi di kota pendidikan. 

"ASN punya peraturan tersendiri. Begitu kami mendengar ada kejadian ini, kami langsung memberhentikan guru itu sehingga dia tidak mengajar lagi. Sementara ini kami tarik ke Dinas Pendidikan sambil menunggu keputusan hukumnya," pungkas Zubaidah. 

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved