Tim Basket Putri SMPN 1 Blitar Tundukkan Tim SMP Angelus Custos 1 Surabaya

Tim basket putri SMPN 1 Blitar berhasil keluar sebagai juara Junior DBL East Java Series 2018-2019 setelah menundukkan tim basket putri SMP Angelus

Tim Basket Putri SMPN 1 Blitar Tundukkan Tim SMP Angelus Custos 1 Surabaya
Sofyan Arif Candra Sakti
Tim Basket Putri SMPN 1 Blitar Juara Junior DBL East Java Series 2018-2019. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Tim basket putri SMPN 1 Blitar berhasil keluar sebagai juara Junior DBL East Java Series 2018-2019 setelah menundukkan tim basket putri SMP Angelus Custos 1 Surabaya di babak final dengan skor akhir 42-41.

Kemenangan SMPN 1 Blitar tersebut juga sekaligus memupuskan harapan SMP Angelus Custos 1 Surabaya untuk mengawinkan gelar, karena di final putra SMP Angelus Custos 1 Surabaya berhasil mengalahkan SMP Petra 1 Surabaya.

"Kunci kemenangan kita tidak muluk-muluk yaitu ada di mental bermain anak-anak, jadi saya memberikan motivasi lebih agar anak-anak berjuang lebih keras," kata pelatih SMPN 1 Blitar, Dimas Aji Prabandaru.

Laga berjalan cukup ketat, terbukti pada akhir quarter ketiga, skor sama kuat 25-25.

Namun di quarter keempat, Dimas Aji mengatakan ia mengintruksikan anak asuhnya agar bertahan lebih ketat dan menyerang lebih berani.

"Dari segi defense kurang sekali rebound kita, kalau dari segi offense anak-anak terlalu terburu-buru tidak menunggu timing yang tepat bagaimana harus shooting bagaimana harus drive ke arah ring," ucapnya.

Lebih lanjut, Dimas juga mengungkapkan kekuatan utama timnya ada di kecepatan dribling dan mental bermain yang terasah oleh jam terbang.

"Kalau masalah dribling ini setiap ada waktu senggang di rumah, saya ingatkan untuk latihan dribling. Dan terakhir masalah jam terbang, kita selalu berusaha ikut kompetisi di berbagai kota walaupun dengan dana terbatas, hadiah dari juara di setiap kompetisi selalu ditabung untuk ikut kompetisi selanjutnya, termasuk hadiah juara kali ini," ucapnya.

Kapten SMPN 1 Blitar, Erlita Christiana juga mengatakan salah satu kunci kemenangan timnya di final adalah menjaga mental.

"Mental harus kuat, jaga kondisi, doa juga dan yang tidak kalah penting adalah bentuk chemistry dengan teman," ucapnya.

Erlita yang dinobatkan menjadi Most Valuable Player (MVP) ini mengungkapkan dirinya juga selalu menambah porsi latihan sendiri di luar latihan dari sekolah.

"Seneng banget juara ini, soalnya tahun terakhir juga, saya kelas IX dan mau UNBK,  jadi ini benar-benar event yang kita banggakan dan kalau menang bersyukur banget," ucapnya.

Sementara itu, pelatih SMP Angelus Custos 1 Surabaya, Lena mengatakan salah satu kelemahan timnya adalah karena tidak bisa mengontrol tempo bermain dan timing.

"Kita terlalu tergesa-gesa, anak-anak tidak mau menahan dan pengen cetak poin terus, tapi malah turn over," ucapnya. Sofyan Arif Candra Sakti

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved