Kabar Jember

Dinkes Jember Klaim Angka Balita Stunting Di Jember Capai 11 Persen Tahun 2018

Angka stunting di Jember berjumlah besar karena dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk di Kabupaten Jember yang juga banyak.

Dinkes Jember Klaim Angka Balita Stunting Di Jember Capai 11 Persen Tahun 2018
suryamalang.com/Sri Wahyunik
Kadinkes Kabupaten Jember, Siti Nurul Qomariah 

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember, Siti Nurul Qomariah mengklaim angka persentase jumlah balita stunting di Jember lebih rendah dibandingkan angka nasional. Menurut Nurul, angka balita stunting tahun 2018 sudah turun dibandingkan tahun 2017.

"Kita sudah turun banyak untuk angka balita risiko stunting, dari 17 persen menjadi kurang dari 11 persen dari jumlah populasi balita di Jember. Kami juga masih di bawah nasional yang angkanya 15 persen," kata Nurul kepada Suryamalang.com.

Penghitungan balita risiko stunting dilakukan setiap enam bulan sekali, yakni bulan Februari dan Agustus. "Untuk bulan Februari 2019 ini kan belum karena bulan Februari masih berjalan," ucap Nurul.

Dengan sejumlah intervensi yang dilakukan oleh Dinkes Jember, Nurul berharap angka balita stunting ini bisa terus turun. Dia menjelaskan kenapa angka stunting di Jember berjumlah besar, karena dibandingkan dengan jumlah populasi penduduk di Kabupaten Jember yang juga banyak.

Nurul menjelaskan, perihal intervensi yang dilakukan untuk menekan angka stunting itu. "Pertama intervensi spesifik, yakni langsung ke balita melalui asupan gizi, tambahan gizi, pengajaran emo-demo tentang makanan bergizi kepada ibu balita," kata Nurul.

Keduan, intervensi sensitif yakni dengan meningkatkan kualitas lingkungan yang mendukung pencegahan kasus stunting. Seperti peningkatan kualitas air bersih, jambanisasi, juga program kelurga berencana. Intervensi ini berkoordinasi dengan sejumlah instansi lain, seperti Dinas Pekerjaan Umum, dan juga lembaga KB.

"Tentunya kami juga bekerjasama dengan 14 ribu kader Posyandu untuk memantau balita di daerah masing-masing, untuk mengetahui apakah ada balita stunting di wilayah kerjanya, dan bagaimana penanganannya kalau ada," tegas Nurul.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Jember, angka balita stunting tahun 2017 mencapai 17,83 persen atau 29.020 balita, sedangkan di tahun 2018 tercatat 10,83 peren atau 17.344 balita.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved