Kabar Magetan

Begini Kalau Kios Pasar Dibiarkan Kosong, Beralih Jadi Warung Prostitusi Hingga Ada PSK Masuk RS

Satpol PP Pemkab Magetan melakukan razia mendadak dan mengamankan sejumlah PSK yang bermukim dan membuka praktek prostitusi di sejumlah kios di PPU.

Begini Kalau Kios Pasar Dibiarkan Kosong, Beralih Jadi Warung Prostitusi Hingga Ada PSK Masuk RS
suryamalang.com/Doni Prasetyo
Satpol PP Pemkab Magetan razia sejumlah kios di Pasar Produk Unggulan (PPU) Maospati, Magetan yang dijadikan tempat prostitusi dan menemukan sejumlah PSK yang menempati sejumlah kios. Satu PSK diantaranya diketahui masuk rumah sakit. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN - Bupati Magetan Suprawoto memerintahkan jajaranya untuk membongkar Pasar Produk Unggulan (PPU) di Maospati, Magetan. Hal itu diketahui Bupati setelah Satpol PP membongkar pasar prostitusi di PPU itu dan menemukan sejumlah PSK. Terlebih, ada satu PSK diketahui masuk rumah sakit setelah gagal menggugurkan kandungannya.

"Kita akan bongkar PPU, apalagi masa pinjam pihak ketiga selama 15 tahun sudah habis. Tanah PPU milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan,"kata Suprawoto,  kepada Suryamalang.com usai membuka lomba menggambar murid TK dan PAUD di Desa Bangsri, Kacamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan, Sabtu (2/3-2019).

Namun begitu, lanjut Bupati, masalah PPU itu akan dipelajari kembali yang jelas akan dibongkar dan dikembalikan ke fungsi awal sebagai Pasar Produk Unggulan.

"Memang ada beberapa usulan, selain tetep dikembangkan sebagai Pasar Produk Unggulan (PPU), ada yang menghendaki kawasan PPU itu dibongkar dan dijadikan ruang hijau,"ujar Bupati Suprawoto.

Sebelumnya, Satpol PP Pemkab Magetan melakukan razia mendadak dan mengamankan sejumlah PSK yang bermukim dan membuka praktek prostitusi di sejumlah kios di PPU.

"Kami mendapat laporan dari warga pemilik kios lain di PPU ada sejumlah kios yang menyediakan PSK. Setelah kami kirim personil Satpol PP untuk cek lapangan, informasi bersumber dari warga itu benar. Makanya kami langsung inspeksi mendadak (sidak),"kata Kasi Operasi dan Pengendalian (Opsdal) Satpol PP Pemkab Magetan, Khamim Bashori.

Menurut Khamim, tidak hanya PSK dan mucikarinya yang berhasil diamankan di diidentifikasi dan diperiksa kesehatannya. Personil Satpok PP juga menemukan minuman keras (miras) jenis arak Jowo dan bir.

"Untuk menutupi pasar prostitusi itu, Sang Mucikari membuka warung kopi. Tidak hanya minuman kopi yang dijual, tapi juga Arak Jowo dan bir," kata Khamim.

Menurut Khamim, kios PPU yang mayoritas kosong sejak diresmikan sekitar tahun 2003 lalu, ada enam kios yang ditempati dan dipakai praktek prostitusi.

"Kami hanya mengamankan sejumlah PSK dan mucikari, karena lainnya keburu kabur. Tapi ada satu PSK yang masuk rumah sakit setelah gagal menggugurkan kandungan, yang sudah berumur lebih tiga bulan itu," tutur Khamim.

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved