Kabar Probolinggo

PGN Realisasi Kebutuhan Gas Bumi Untuk 5.088 Sambungan Rumah Tangga Di Kota Probolinggo

Jargas merupakan salah satu program mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi.

PGN Realisasi Kebutuhan Gas Bumi Untuk 5.088 Sambungan Rumah Tangga Di Kota Probolinggo
suryamalang.com/Galih Lintartika
Peresmian jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo 

SURYAMALANG.COM, PROBOLINGGO - Kementrian ESDM, Satuan Kerja Khusus Minyak dan Gas Bumi (SKK MIGAS) dan Pemerintah Kota Probolinggo akhirnya meresmikan jaringan gas bumi untuk rumah tangga (jargas), Selasa (5/3/2019).

Kondisi ini menyudahi paceklik masyarakat Kota Probolinggo khususnya yang belum bisa menikmati gas bumi yang bersih dan murah selama ini. Kini, masyarakat bisa menikmati gas bersih dan murah yang asli dari hasil bumi.

Acara peresmian dihadiri oleh staf Ahli Menteri ESDM Bidang Investasi dan Pengembangan Infrastruktur Migas, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, Adhi Wibowo, Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dan Direktur Komersial PT PGN (Persero) Tbk, Danny Praditya.

Dari data yang didapatkan, ada sebanyak 5.088 sambungan rumah (SR) yang dibangun Pemerintah dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2018.

Program pembangunan jargas merupakan salah satu program yang mendukung diversifikasi energi dan dilaksanakan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi gas bumi melalui pipa bagi sektor rumah tangga.

Dengan menggunakan dana APBN, pengoperasian dan pengembangan jargas ditugaskan kepada BUMN. Untuk jargas Probolinggo, pengoperasiannya dilakukan oleh PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk.

Jargas Probolinggo dibangun di empat kelurahan, yaitu Kelurahan Wiroborang, Jati, Mangunharjo serta Mayangan. Pasokan gasnya berasal dari PT Husky CNOOC Madura Limited (HCML) dengan jumlah volume alokasi gas sebesar 0,2 mmscfd, dimana pengaliran gas oleh HCML diperintahkan oleh SKK Migas.

“Pemerintah mengutamakan alokasi jargas untuk masyarakat dalam menyediakan bahan bakar untuk rumah tangga dan usaha kecil di mana alokasi gas domestik pada 2018 mencapai 61 persen,” kata Sukandar dalam sambutannya.

Sebagai langkah pendorong dan memasyarakatkan pemanfaatan gas bumi untuk sektor rumah tangga, lanjut Sukandar, Pemerintah juga mendukung konversi dengan melaksanakan pembangunan infrastruktur penyediaan dan pendistribusian gas bumi melalui pipa.

Pemanfaatan gas bumi melalui pipa untuk sektor rumah tangga, dikatakan dia, akan mendatangkan manfaat ekonomi cukup besar. Diperkirakan keuntungannya mencapai hingga Rp 90.000 per bulan.

Keuntungan lain menggunakan gas bumi adalah mengurangi emisi gas buang yang akan membuat penurunan tingkat pencemaran lingkungan secara signifikan.

Menurut dia, Gas bumi juga aman karena karena tekanan jargas lebih rendah dari tekanan LPG. Artinya, lanjut dia, apabila ada kebocoran, gas langsung naik ke atas ke udara bebas.

“Pakai gas bumi juga tidak repot karena tersedia 24 jam. Ibu-ibu tidak perlu takut kehabisan bahan bakar jika sedang memasak,” ujar Sukandar.

Lantaran jargas dibangun dengan dana APBN, Pemerintah mengharapkan agar Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Probolinggo ikut mengamankan serta memelihara infrastruktur jargas ini.

Dengan menggunakan dana APBN, hingga akhir tahun 2018 telah dilaksanakan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 325.773 SR di 16 Provinsi, 40 Kabupaten/Kota. Sementara untuk tahun 2019, rencananya jargas akan dibangun 78.216 SR di 18 lokasi. 

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved