Kabar Trenggalek

Wisata Tebing Lingga Trenggalek, Dari Bekas Tambang Batu Yang Rusak Menjadi Wisata Keluarga

Tebing yang berdiri hampir 90 derajat kini disulap menjadi sebuah tempat wisata alam yang indah. Tidak ada kesan wilayah ini dulunya sumber bencana.

Wisata Tebing Lingga Trenggalek, Dari Bekas Tambang Batu Yang Rusak Menjadi Wisata Keluarga
suryamalang.com/David Yohanes
Plt Bupati Trenggalek, M Nur Arifin alias Gus Ipin bermain di sungai WTL. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Dari kejauhan puncak Tebing Lingga terlihat hijau mempesona. Tebing yang berdiri hampir 90 derajat ini kini disulap menjadi sebuah tempat wisata alam yang indah. Tidak ada kesan wilayah ini dulunya sumber bencana karena kerusakan alam yang parah.

Tebing Lingga berada di Dusun Tawang, Desa Nglebo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Jaraknya hanya 20 kilometer dari pusat kota Trenggalek. Sekitar tahun 2000, wilayah ini menjadi pusat penambangan batu di Trenggalek.

"Penambangan besar-besaran, bebatuan diambil untuk bahan bangunan. Mungkin saat itu pembangunan di Trenggalek batunya dari sini," kenang Fals Yudistira (37), Ketua Karang Taruna Desa Nglebo.

Akibat penambangan ini sangat merusak alam sekitar Tebing Lingga. Banyak sawah warga yang hilang, masuk daerah aliran sungai alam yang melintas di bawa tebing. Bahkan saat musim hujan, wilayah ini menyumbang bandir di wilayah Kecamatan Suruh.

Air bercampur material tanah meluncur bebas ke arah bawah. Polres Trenggalek kemudian melarang penambangan di sekitar Tebing Lingga, di tahun 2009. Larangan ini kemudian dikuatkan dengan peraturan desa (Perdes).

Meski sempat menuai demo besar-besaran, pelarangan ini membuahkan hasil. Penambangan batu di sekitar tebing berhenti. Sembilan tahun lamanya bekas area penambangan dibiarkan begitu saja.

"Warga sekitar sebenarnya ingin tebing lingga menjadi lokasi wisata. Tapi waktu itu kami tidak tahu harus memulai dari mana," ucap Fals.

Beberapa kali Tebing Lingga dikunjungi para penggemar panjat tebing. Dengan ketingian 360 meter dan kemiringan nyaris 90 derajat, tebing ini menjadi idola para pemanjat tebing. Warga punya kenangan, tebing ini pernah digunakan latihan oleh Komanda Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD selama satu bulan.

Namun warga tidak punya kemampuan untuk membuat Tebing Lingga menjadi lokasi wisata. Fals adalah sosok yang berjasa membangkitkan wisata Tebing Lingga. Ayah dua anak mulai menyulap lokasi tebing bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung, pada Februari 2018 lalu.

"Waktu itu modal kami hanya Rp 5 juta untuk membangun gasebo dan spot selfie (swafoto). Sejak itu kami mulai melakukan promosi dan penambahan fasilitas," terang Fals.

Halaman
12
Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved