Kabar Surabaya

Tukang Ojek Online Tetap Parkir Liar di Bundaran Depan Pakuwon Trade Center, Surabaya

Ojek online (ojol) daerah Surabaya Barat kerap mangkal di bundaran depan Pakuwon Trade Center (PTC) karena banyaknya permintaan.

Tukang Ojek Online Tetap Parkir Liar di Bundaran Depan Pakuwon Trade Center, Surabaya
Delya Oktovie - SuryaMalang.com
Para tukang ojek online (ojol) daerah Surabaya Barat kerap mangkal di bundaran depan Pakuwon Trade Center (PTC) karena banyaknya permintaan jasa di mal tersebut dan juga Pakuwon Mall. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Para tukang ojek online (ojol) daerah Surabaya Barat kerap mangkal di bundaran depan Pakuwon Trade Center (PTC) karena banyaknya permintaan jasa di mal tersebut dan juga Pakuwon Mall.

Setiap hari, ada puluhan ojol yang parkir di bundaran tersebut karena lahan parkir Pakuwon letaknya cukup jauh, yakni di belakang PTC.

Ojol yang lalu lalang pun akhirnya membuat lalu lintas bundaran terganggu, apalagi volume kendaraan yang melintasi bundaran juga cukup tinggi.

"Kami pernah pentil ban dicopot oleh Dishub, ya karena memang tidak boleh parkir di sini. Tapi bagaimana, parkir di PTC jauh sekali, jadi teman-teman ya parkirnya di sini. Pokoknya kami saling mengingatkan saja agar rapi parkirnya, supaya tidak mengganggu jalan," tutur Totok, satu di antara ojek online yang sering mangkal di bundaran tersebut, Kamis (7/3/2019).

Bahkan, mereka juga mendapat peringatan dari perumahan dekat Pakuwon, hingga pihak perumahan memberi solusi dengan memberi batas parkir ojol menggunakan kapur, agar tidak terlalu dekat dengan jalan masuk perumahan.

"Kalau parkir di sini enak, pas di tengah-tengah. Kalau parkir di tempat parkirnya sana kejauhan. Bayar parkir juga Rp 4.000," kata Burhanuddin, ojol lainnya.

Para ojol yang parkir secara liar ini sudah sering mendapat peringatan menurut Irvan Wahyudrajad, Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya.

Surat tilang, menurutnya, sudah berkali-kali mereka berikan pada pengendara ojol.

Tak hanya itu, Dishub juga bolak-balik mengingatkan perusahaan ojol yang bersangkutan.

"Ya kalau selama di bawah rambu larangan pasti kita tilang. Kalau surat sudah berkali-kali surati perusahaan ojol, dan mereka tahu kalau memang melanggar ya harus ditilang," jelasnya.

Pelanggaaran terhadap rambu-rambu lalu lintas, kata Irvan, sudah sering dilakukan oleh ojol.

Setiap hari, hampir di masing-masing shift Dishub menilang ojol motor maupun mobil.

"Hampir tiap shift sering nilang motor maupun mobil online. Kalau yang di bundaran sana, itu hampir tiap hari digembosi. Kalau penindakan, itu harus tanya polisi," ujarnya.

Sedangkan soal motor ojol yang kerap hilang karena parkir liar, Irvan mengatakan itu sudah risiko mereka.

"Kalau parkir liar lalu motornya hilang ya risiko mereka kan," pungkasnya.

Penulis: Delya Octovie
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved