Malang Raya

Cegah Kebocoran, Dishub Kota Malang Buat Terobosan Baru Untuk Juru Parkir Seperti Ini

Para jukir nantinya akan memiliki kartu tanda anggota yang bentuknya seperti KTP. Kartu itu ada kode QR nya berisi profil jukir

Cegah Kebocoran, Dishub Kota Malang Buat Terobosan Baru Untuk Juru Parkir Seperti Ini
suryamalang.com/Benni Indo
Plt Kabid Parkir Muji Rahayu (berkerudung) saat membantu jukir melakukan pemasukan data di kantor Dishub Kota Malang. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Sebagai upaya mengatasi kebocoran dan memenuhi sumbangan PAD dari sektor parker, Dishub Kota Malang melakukan gebrakan baru. Gebrakan baru itu adalah mendata seluruh jukir dan titik parkir di Kota Malang secara digital.

Para jukir nantinya akan memiliki kartu tanda anggota yang bentuknya seperti KTP. Kartu itu ada kode QR nya, sehingga ketika diisikan petugas langsung bisa mengetahui profil jukir. Dengan kartu itu juga, berarti jukir yang bertugas adalah legal.

Di sisi lain, keberadaan titik parkir juga didata oleh Dishub Kota Malang. Dishub Kota Malang nantinya bisa mengetahui jumlah kendaraan yang keluar masuk kawasan parkir. Dengan begitu, Dishub bisa mengatasi kebocoran dari sektor parkir.

“Jadi tidak bisa lagi misal laporannya ada 100 kendaraan yang masuk, setelah kami pantau nanti bisa terhitung. Kalau lebih dari 100 yang akan kami beri teguran ke jukir, kalau sudah susah diperingatkan kami beri tipiring,” ujar Sekretaris Dishub Kota Malang, Muji Rahayu yang juga menjabat sebagai Plt Kabid Parkir, Minggu (8/3/2019).

Sudah ada ratusan orang yang mendaftar di kantor Dishub Kota Malang. Mereka melakukan perekaman. Para jukir, selain dimintai data personal, juga difoto.

Dishub Kota Malang memprediksi KTA baru para jukir bisa didistribusikan mulai April mendatang. Dengan adanya KTA yang baru itu, nantinya diharapkan tidak ada lagi jukir abal-abal.

“Pendataan untuk titik parkir dan jukirnya. Juga untuk menggali potensi PAD, tujuannya ke sana. Tahun ini targetnya Rp 10 M,” imbuh Muji.

Pendataan akan dilakukan hingga tanggal 11 Maret 2019. Sejauh ini, sudah ada 75 persen jukir yang telah terekam oleh petugas.

Di Kota Malang, sesuai data dari Dishub Kota Malang ada 2.250 orang jukir di 765 titik parkir. Jumlah titik parkir itu diprediksi masih memungkinkan bertambah.

Muji juga memberitahukan bahwa masyarakat dilarang memberikan distribusi uang parkir kepada jukir dari karangtaruna. Kata Muji, uang retribusi masuknya harus ke kas daerah, bukan ke karangtaruna.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved