Kabar Banyuwangi

Nilai Investasi Rp 1,6 Triliun, Pabrik Kereta Api Di Banyuwangi Bakal Tampung 2.000 Tenaga Kerja

INKA akan merekrut 2.000 pekerja lokal di pabrik baru ini. Sebagian bakal dikirim magang tiga bulan di Swiss sembari menunggu pabrik Banyuwangi.

Nilai Investasi Rp 1,6 Triliun, Pabrik Kereta Api Di Banyuwangi Bakal Tampung 2.000 Tenaga Kerja
suryamalang.com/Haorrahman
Jajaran INKA, Owner dan Chairman Stadler, Peter Spuhler, bersama Bupati Banyuwangi, menandatangani kerja sama pembangunan pabrik kereta api. 

SURYAMALANG.COM, BANYUWANGI - Industri kereta api terintegrasi dan terbesar di Indonesia segera dibangun di Banyuwangi oleh PT Industri Kereta Api (INKA) dan Stadler Rail Group dari Swiss. Pabrik ini bernilai investasi Rp 1,6 triliun dan akan menampung sekitar 2.000 tenaga kerja.  Pabrik tersebut fokus menggarap pesanan ekspor ke Asia, Australia, dan Afrika.‎

Direktur Utama INKA, Budi Noviantoro mengatakan, pabrik ini difokuskan menggarap pesanan dari berbagai negara. “Kami memperlebar pemasaran produk kereta ke pasar Asia Timur, Afrika, dan Australia,” ujar Budi, Jumat (8/3).

Pabrik di Banyuwangi menjadi pabrik kereta terbesar di Indonesia dengan investasi Rp 1,6 triliun. INKA menggandeng Stadler Rail Group dari Swiss, salah satu produsen kereta terbesar dunia, yang akan membawa teknologi terbaru kereta api ke Banyuwangi.

INKA akan merekrut 2.000 pekerja lokal di pabrik baru ini. Sebagian bakal dikirim magang tiga bulan di Swiss sembari menunggu pabrik Banyuwangi dalam proses pembangunan yang ditargetkan rampung pada 2020.
‎‎INKA semula ingin membangun pabrik sebagaimana pabrik di tempat lain. Bangunannya kurang-lebih seragam.

“Tapi ternyata di Banyuwangi kami diajak menjadi bagian pengembangan pariwisata. Desain awal bangunan yang kami presentasikan akhirnya diubah dengan mengusung arsitektur hijau, mengadopai kekhasan Suku Osing Banyuwangi,” ujar Budi. ‎

Budi mengatakan, pihaknya diminta Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, membawa peradaban dan kebudayaan Banyuwangi pada pabrik yang dibangun.

"Istilah Pak Azwar Anas, menitipkan kebudayaan di tengah kemajuan ekonomi. Maka pabrik kereta api ini kental dengan budaya Suku Osing, sangat unik dan membawa suasana segar. Ini model pengembangan pabrik yang keren. Kami antusias. Apalagi ada Museum Kereta Api terlengkap, sekaligus menjadi destinasi wisata,” jelas Budi.‎

Jajaran INKA bersama Owner dan Chairman Stadler, Peter Spuhler telah datang ke Banyuwangi. Mereka meneken kerja sama pembentukan perusahaan patungan industri kereta di Banyuwangi.‎

Chairman Staer Rail Group, Peter Spuhler mengatakan, pihaknya antusias membawa teknologi terbaru Eropa ke Banyuwangi.

“Stadler kini memiliki 10 pabrik dari Rusia sampai Amerika Serikat. Sekarang kami akan memasuki banyak pasar baru potensial. Kita sambut masa depan yang cerah,” kata Sphuler.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, pabrik INKA menjadi landmark baru. Berdirinya museum perkeretaapian juga menjadi destinasi wisata anyar.

“Kami ingin INKA tidak hanya sekadar industri, tapi juga membawa kekayaan peradaban dan kebudayaan daerah. Adanya museum juga bisa menjadi destinasi wisata teknologi dan edukasi,” ujarnya.

“Di Banyuwangi, setiap ruang publik dan bangunan baru harus mengakomodasi kekhasan Suku Osing. Ini ikhtiar membangun mainstream pariwisata sehingga terinternalisasi ke seluruh sektor di Banyuwangi,” tambah Anas.‎ 

Penulis: Haorrahman
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved