Kabar Tulungagung

Menikmati Sensasi Bermotor Laksana Naik Kuda Di Jalan Nasional Tulungagung, Warga Lelah Melapor

Siksaan itu mulai terasa selepas Jembatan Lembu Peteng ke arah Trenggalek (barat). Penyebabnya adalah jalan yang banyak ditambal.

Menikmati Sensasi Bermotor Laksana Naik Kuda Di Jalan Nasional Tulungagung, Warga Lelah Melapor
suryamalang.com/David Yohanes
Jalan Nasional bergelombang dan berlubang di Jalan Soekarno-Hatta Tulungagung. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Kondisi jalan nasional di Kabupaten Tulungagung menjadi keluhan warga secara meluas, khususnya ruas kota hingga Gondang. Jalan yang bergelombang membuat mengendarai motor dan mobil terasa sangat tidak nyaman.

Siksaan itu mulai terasa selepas Jembatan Lembu Peteng ke arah Trenggalek (barat). Penyebabnya adalah jalan yang banyak ditambal. Aspal tambalan ini tidak rata, lebih tinggi dibanting permukaan aspal yang lama. Akibatnya jalanan bergelombang sangat parah.

Menurut seorang warga, Dika (32) yang melewati jalur ini layaknya naik kuda. "Rasanya kalau dipakai ngebut, motor ini terguncang-guncang seperti naik kuda," ujar Dika.

Dika memilih melaju pelan dengan motornya. Sebab menurutnya, jika melaju kencang beresiko merusak pegas motor. Belum lagi jika tiba-tiba menabrak lubang di jalan.

"Terus terang sebagai laki-laki, biji kemaluan saya sakit kalau ngebut pakai motor," ucapnya.

Bukan hanya motor, naik mobil di ruas jalan ini juga sangat tidak nyaman. Goncangan akibat jalan bergelombang ini sangat terasa.

"Jenis mobil-mobil kecil sama mobil angkutan, resiko di kaki-kakinya," lanjut Dika.

Selepas lampu merah Puskesmas Kauman jalanan relatif lebih halus. Hanya di sebelah barat SPBU Bolorejo ada gorong-gorong rusak, dan tengah diperbaiki dengan alat berat.

Selepas jembatan Ngrendeng, Kecamatan Gondang jalan rusak kembali harus dihadapi para pengendara. Aspal jalan banyak yang berlubang dengan ukuran yang beragam. Ada lubang yang kecil tapi memanjang beberapa meter.

Ada pula lubang kecil tapi sangat dalam. Ada pula lubang yang menganga lebar dan dalam. Kondisi jalan yang buruk ini berakhir hingga di perbatasan Kabupaten Trenggalek.

Sebagai bentuk protes, warga setempat sering menanami pisang di aspal yang berlubang. "Bayangkan, yang ditanami pisang ini jalan nasional lo. Apa gak malu jalan nasional kualitasnya kalah dibanding jalan desa," keluh Karyanto (36), warga Gondang.

Berkendara di ruas jalan ini harus ekstra waspada, karena banyak lubang yang bisa mencelakakan, khususnya untuk pemotor. Apalagi jika harus melaju di belakang mobil, disarankan untuk menjaga jarak.

"Kalau naik motor di belakang mobil, kita tidak bisa melihat lubang di depan. Tahu-tahu roda motor masuk lubang," keluh Karyanto.

Warga nyaris putus asa menyuarakan aspirasinya terkait kondisi jalan ini. Sebab pemerintah daerah tidak punya wewenang untuk memperbaiki.

"Kita mau teriak ke pemerintah pusat, juga tidak tahu caranya bagaimana. Mungkin lebih baik ditanami pisang yang banyak, biar pemerintah pusat tahu," pungkasnya. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved