Kabar Kediri

Ribuan Warga Kediri Panen Ikan Mabuk Akibat Penggelontoran Air Dua Bendungan di Blitar

Warga yang berburu ikan dengan berbagai peralatan alat tangkap banyak memenuhi pinggiran sungai. Ada yang menebar jala, alat serok, irik serta jaring

Ribuan Warga Kediri Panen Ikan Mabuk Akibat Penggelontoran Air Dua Bendungan di Blitar
didik mashudi
Warga bantaran Sungai Brantas bersiap mencari ikan yang mabuk akibat flusing di Desa Putih Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, Senin (11/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KEDIRI - Ribuang orang di bantaran Sungai Brantas wilayah Tulungagung hingga Kediri berburu ikan mabuk akibat flushing atau penggelontoran air di Bendungan Wlingi Raya dan Bendungan Lodoyo, Kabupaten Blitar, Senin (11/3/2019).

Warga yang berburu ikan dengan berbagai peralatan alat tangkap banyak memenuhi pinggiran sungai. Ada yang menebar jala, alat serok, irik serta jaring jebak.

Ikan-ikan yang mengambang kebanyakan jenis bader, rengkik, wader dan sili. Air Sungai Brantas yang mengalir di wilayah Kediri sudah semakin keruh. Sehingga ikannya mabuk mengambang di permukaan sungai.

Di antara pencari ikan ini ada yang datang dari Tulungagung dan Blitar. Sebelumnya mereka sudah mencari ikan di wilayah Kecamatan Ngunut dan Ngantru, Tulungagung. Namun ikan-ikan yang mabuk kemudian terbawa arus.

"Di Ngunut dan Ngantru kami dapat satu karung. Ikannya kebanyakan bader, jendil dan rengkik," ujar Tobroni (40).

Tobroni terlihat menebarkan jalanya di seputaran Jembatan Lama Kota Kediri hingga Taman Brantas. Namun rupanya ikan yang diperoleh tidak terlalu banyak.

Sejumlah rekannya yang menebarkan jala hanya mendapatkan ikan wader dan bader berukuran kecil.
Sementara Romli (55) berharap musim pladhu tahun ini mendapatkan hasil yang lebih banyak.

"Hasilnya tidak tentu, ini ikannya masih belum banyak yang muncul," ujarnya.

Sementara di pinggiran Sungai Brantas telah terlihat sejumlah warga mempersiapkan lokasi penangkapan ikan dengan jaring dan alat jebak. "Diperkirakan ikan mulai mengambang sore sampai malam hari," tambah Suyadi (40).

Biasanya ikan yang terkena dampak pladhu baru bermunculan sehari setelah penggelontoran air waduk di Bendungan Wlingi dan Lodoyo, Blitar.

Flushing di Bendungan Wlingi dan Lodoyo telah dilakukan mulai Senin (11/3/2019) dini hari. Kegiatan ini diawali dengan penurunan elevasi Bendungan Lodoyo.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved