Malang Raya

Ahli Sejarawan Sebut Malang Raya Sebagai Sumber Peradaban Batik Nusantara

Malang Raya merupakan pusat dari Batik Nusantara dengan dibuktikan dari temuan beberapa relief dan arca yang terdapat di beberapa Candi.

Ahli Sejarawan Sebut Malang Raya Sebagai Sumber Peradaban Batik Nusantara
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Dwi Cahyono, ahli sejarahwan saat memeberikan materi kepada para penggiat batik dan seni dalam acara 'Seminar Menggali dan Menemukan Motif Batik Malangan Antara Heritage dan Trend Fashion' yang digelar Dinas Perindustrian Kota Malang, Rabu (13/3). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Ahli Sejawaran, Dwi Cahyono menyebut, Malang Raya merupakan pusat atau sumber peradaban batik yang ada di Nusantara. Hal itu disampaikannya dalam seminar yang digelar oleh Dinas Perindustrian Kota Malang, Rabu (13/3).

Pada acara tersebut, Dwi Cahyono memberikan materi mengenai motif batik yang ada pada masa sejarah tepatnya pada masa kerajaan kepada para penggiat batik, budayawan dan para penggiat fashion.

Menurutnya, Malang Raya merupakan pusat dari Batik Nusantara dengan dibuktikan dari temuan beberapa relief dan arca yang terdapat di beberapa Candi yang ada di Malang Raya.

"Detail-detail yang terdapat pada arca di masa Kerajaan Singosari menjadi bukti, bahwa pada masa itu merupakan salah satu kelahiran dari Batik Nusantara," ucap Dwi Cahyono yang juga Dosen di Universitas Negeri Malang ini.

Dari contoh-contoh yang diberikan oleh Dwi Cahyono, menggambarkan mengenai beberapa arca yang sudah menggunakan kain bermotif batik.

Motif yang terdapat pada arca tersebut kebanyakan menampilkan motif bunga teratai, tribuana, medallion, tengkorak dan lain sebagainya.

"Gambaran atau simbol-simbol yang terdapat pada arca dan relief ini bisa menjadi bahan eksplorasi bagi para penggiat batik ataupun seni. Karena memiliki unsur ragam seni yang bisa dituangkan dalam industri batik," ujarnya.

Tak hanya itu, dalam menemukan pakem Batik Malangan, Dwi Cahyono mengimbau kepada para penggiat batik ataupun seni untuk melakukan eksplorasi dari sumber daya sejarah dan budaya yang ada.

Hal itu bertujuan agar para penggiat batik bisa mengetahui sejarah kain batik dari zaman kerajaan dulu sebelum dituangkan ke media ekspresi seperti kain.

"Eksplorasi bisa dilakukan ke Candi Jago, Candi Kidal ataupun ke pinggir sungai. Unsur ekologis ini juga perlu kita tuangkan dibatik. Jadi batik yang kami hadirkan itu adalah batik yang menjadi Batik Eco Cultural Malang," ujarnya.

Di sisi lain, Dwi Cahyono juga menyebut, bahwa Batik di Nusantara ini terus berkembang seiring berjalannya waktu. Pernyataan itu ia sampaikan dengan bukti penemuan arca yang ada di masa Kerajaan Singosari hingga Kerajaan Majapahit.

Seperti motif batik yang terdapat arca Hari Hara peninggalan Kerajaan Majapahit. "Sudah saatnya Batik Malang ini memiliki khasanah dari masa lalu yang hadir pada relief candi ataupun arca, agar hal itu bisa menjadi predikat sebagai Batik Malang Heritage," tandasnya.

Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved