Malang Raya

Kapolres Batu Selidiki Penyebar Isu Kiamat, Lebih Percaya Versi Pengasuh Pondok Pesantren

Polres Batu berniat menyelidiki kasus terkait fatwa hari kiamat yang menyebar luas di masyarakat. Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan..

Kapolres Batu Selidiki Penyebar Isu Kiamat, Lebih Percaya Versi Pengasuh Pondok Pesantren
Sany Eka Putri
BANTAH ISU KIAMAT - Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto bersama ppengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Muhammad Romli dari Desa Sukosari Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, di markas Polres Batu, Rabu (13/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Polres Batu berniat menyelidiki kasus terkait fatwa hari kiamat yang menyebar luas di masyarakat.

Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto mengatakan, penyelidikan ini akan dipercepat agar tidak terus menerus menyebar.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Polres Ponorogo terkait kasus ini.

"Biarlah ini menjadi ranah kami untuk penyelidikan. Bukan ranah Ponpes ataupun masyarakat. Kami percepat agar tidak terlalu melebar berita hoax ini," kata Budi saat press release di markas Polres Batu, Rabu (13/3/2019).

Pada saat bersamaan, polisi juga menghadirkan pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Muhammad Romli dari Desa Sukosari Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang.

Romli menyatakan, isu kiamat yang tersebar itu tidak benar atau hoax. 

"Sudah dengar sendiri dari pihak ponpes ini dan dari Ansor serta MUI bahwa pihak ponpes ini tidak menyuruh melakukan hal itu. Dan kami juga sudah melakukan mediasi beberapa pihak," kata Kapolres Batu AKBP Budi Hermanto.

Terkait kejadian ini, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah informasi yang beredar.

Pihaknya mempercepat proses penyelidikan ini agar tidak merugikan pihak-pihak yang lain. Karena ditakutkan menimbulkan keresahan dan amarah dari ponpes yang lain.

"Kami dibantu pihak lainnya untuk mengamankan. Kami sangat terbuka, jika ada aduan terkait hal ini," tuturnya. 

Sebelumnya, pengasuh pondok membantah pihaknya mengajarkan bahwa kiamat sudah dekat, soal perang hingga kemarau panjang, sehingga jemaah diminta menjual semua aset dan menyetor ke pondok.

Selain itu juga ada jamaah membeli senjata tajam untuk berperang, sampai anak-anak yang diharuskan memotong tangan adiknya untuk menjadi santapan makanan.

Kisah Lengkap Orang-orang Dusun di Ponorogo Hijrah ke Malang karena Isu Kiamat

Bupati Ponorogo Ungkap Motif Hijrah 52 Warganya ke Malang Terkait Isu Kiamat

Inilah Pondok Pesantren di Malang Panutan Warga Ponorogo yang Dikabarkan Takut Kiamat

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Muhammad Romli, di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang menyatakan jika isu kiamat yang tersebar itu adalah berita tidak benar atau hoax. Hal itu ia sampaikan saat press release di markas Polres Kota Batu, Rabu (13/32019).
Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin, Muhammad Romli, di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang menyatakan jika isu kiamat yang tersebar itu adalah berita tidak benar atau hoax. Hal itu ia sampaikan saat press release di markas Polres Kota Batu, Rabu (13/32019). (Sany Eka Putri)
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved