Kota Batu

Sembilan Sekolah di Kota Batu Masih Dijabat Plt, Hambat Administrasi dan Pembelajaran

Sembilan sekolah itu adalah SDN Sisir 5, SDN Ngaglik 3, SDN Mojorejo 1, SDN Tkelung 1, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SDN Temas 1.

Sembilan Sekolah di Kota Batu Masih Dijabat Plt, Hambat Administrasi dan Pembelajaran
Sany Eka Putri
Pengukuhan 19 kepala sekolah di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Rabu (13/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Ada sembilan sekolah di Kota Batu yang kepala sekolahnya masih Plt atau tidak definitif.

Sembilan sekolah itu adalah SDN Sisir 5, SDN Ngaglik 3, SDN Mojorejo 1, SDN Tkelung 1, SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, dan SDN Temas 1.

Dampaknya, menghambat proses pembelajaran dan administrasi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua PGRI Kota Batu, Samun.

Ia mengatakan ada batasan yang bisa dilakukan oleh Plt Kepala Sekolah. Seperti pencairan anggaran untuk bantuan sekolah, penyelenggaraan ujian, administrasi peserta ujian, dan lainnya.

"Sekolah yang dijabat plt itu ada keterbatasan. Ketika menerima bantuan tidak semuanya bisa. Karena harus ada legalitas dari kepala Sekolah," kata Samun, Rabu (13/3/2019).

Ia mengatakan kalau kesulitan dalam memberikan jabatan Kepala Sekolah ini harus memiliki sertifikat dari LPPKS (Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Kepala Sekolah). Namun untuk memiliki sertifikat ini juga ada beberapa persyaratan. Seperti masa kerja minimal lima tahun, lalu ijazah harus linier. Untuk mengikuti sertifikat khusus kepala sekolah ini selama lima bulan.

Untuk ijazah sebenarnya bisa sekolah lagi, tetapi pastinya butuh waktu. Belum lagi menunggu setok dari di Badan Diklat Sertifikat. "Biasanya waktu itu yang jadi pertimbangan mereka. Belum nanti masalah usia yang mendekati masa pensiun," imbuhnya.

Masa jabatan Plt Kepala Sekolah ini setidaknya selama satu tahun. Setelah masa jabatan satu tahun itu berakhir, maka dicarikan pengganti atau diperpanjang. Rata-rata kepala sekolah ini diperpanjang masa jabatannya. Karena dipastikan tidak sampai ada kekosongan jabatan di Kepala Sekolah.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan penempatan kepala sekolah definitif ini harus dipercepat. Karena ia tidak menginginkan adanya hambatan dalam proses belajar mengajar. Setidaknya saat kelulusan nanti seluruh kepala sekolah sudah definitif.

"Karena apa ketika kelulusan ini ijazah anak-anak sekolah ini butuh tanda tangan kepala sekolah definitif. Masa Plt ini untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang pensiun," kata Dewanti.

Pihaknya juga terus memonitor melalui Dinas Pendidikan Batu terkait stok guru yang sudah memiliki sertifikat. Agar bisa diangkat sebagai kepala sekolah untuk mengisi jabatan kepala sekolah yang masih Plt. 

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved