Kabar Jombang

Kuli Batu juga Jual Sabu-sabu, Tertangkap di Desa Plandi, Jombang

Petugas Polres Jombang meringkus Rengga Aditya Pamungkas (21) warga Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, karena ketahuan menjadi pengedar sabu

Kuli Batu juga Jual Sabu-sabu, Tertangkap di Desa Plandi, Jombang
Sutono
KULI BATU JUAL SABU - Rengga Aditya Pamungkas (21) warga Desa Plandi, Kecamatan Jombang, Jawa Timur. 

SURYAMALANG.COM, JOMBANG –Petugas Polres Jombang meringkus Rengga Aditya Pamungkas (21) warga Desa Plandi, Kecamatan/Kabupaten Jombang, Jawa Timur, karena ketahuan menjadi pengedar narkotika jenis sabu.

Kuli batu itu dibekuk anggota Satresnarkoba Polres Jombang, di pinggir jalan desa setempat, pada Senin malam (11/3/2019).

Pelaku hanya bisa pasrah dan tidak bisa mengelak. Sebab, dari tangannya polisi mendapati barang bukti sabu total lebih dari 6 gram yang disimpan pada beberapa plastik klip.

Tak hanya itu, dari tangannya juga didapati sejumlah uang diduga merupakan hasil penjualan barang haram ini. Polisi langsung menggelandangnya ke Mapolres Jombang, untuk proses lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid mengatakan, pelaku ini sebenarnya sudah lama menjadi target operasi (TO) petugas. Namun baru dilakukan penangkapan setelah dipastikan barang bukti yang kuat ada padanya.

Barang bukti yang disita di antaranya adalah plastik klip berisi sabu dgn berat kotor 0,39 gram, satu plastik klip berisi empat plastik klip masing- masing berisi sabu dgn berat kotor 0,58 gram, 0,57 gram, 0,55 gram. 0,52 gram.

Kemudian satu plastik klip berisi enam plastik klip lebih kecil masing-masing berisi sabu berat kotor 0,32 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, 0,34 gram, 0,35 gram, 0,36 gram.

Dan satu plastik klip lagi berisi lima plastik klip lebih kecil masing-masing berisi sabu berat kotor 0,27 gram, 0,27 gram, 0,27 gram, 0,28 gram, 0,30 gram, satu pack plastik klip kosong.

'Termasuk uang tunai Rp 650.000," terang Mukid, Kamis (14/3/2019).

Selain sabu, polisi juga menyita dua buah telepon genggam milik pelaku yang digunakan sebagai sarana transaksi salah satu jenis narkotika ini.

Atas perbuatanya, pelaku akan ditetapkan sebaga tersangka dan dijerat dengan pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman minimal 5 tahun penjara.

“Pelaku akan masih kami periksa intensif termasuk untuk kepentingan pengembangan adanya jaringan lain," pungkasnya. sutono

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved