Malang Raya

Tanah Longsor Terjadi Di Samping Jembatan Pelor Kota Malang, Satu Dapur Milik Warga Amblas

Longsoran itu juga menyebabkan tanah yang berada di dalam rumah Siti retak dan pipa air PDAM mengalami kebocoran.

Tanah Longsor Terjadi Di Samping Jembatan Pelor Kota Malang, Satu Dapur Milik Warga Amblas
suryamalang.com/Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Tanah longsor yang melanda Tapak Siring, Kota Malang, atau tepatnya berada di samping Jembatan Pelor telah di tutupi terpal oleh petugas BPBD Kota Malang, Kamis (14/3). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tanah longsor terjadi di bawah jembatan pelor, tepatnya di Jalan Tapak Siring  Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Rabu (13/3).

Kejadian tersebut mengakibatkan dapur milik Siti Rohdiyah (54) tertimbun longsoran. Longsoran itu juga menyebabkan tanah yang berada di dalam rumah Siti retak dan pipa air PDAM mengalami kebocoran.

Bahkan, lantai ubin yang berada di dalam sebuah kamar di rumah Siti ikut ambles dan terbuka. "Kami masih beruntung, karena longsoran itu tidak sampai mengakibatkan tembok kami roboh," ucap Siti kepada SURYAMALANG.COM, Kamis (14/3).

Tanah longsor itu terjadi saat Kota Malang dilanda hujan lebat pada Rabu sore (13/3). Pada saat kejadian, Tumaryono (49) yang juga pemilik rumah mengaku dirinya sedang menonton Televisi sembari menunggu pertandingan Sepakbola antara Persela vs Barito Putera.

Tiba-tiba ia merasakan suara seperti ada getaran diikuti oleh suara benda yang terjatuh dari atas. "Kejadian itu terjadi pada pukul 14.40 WIB, saat itu saya merasakan getaran dengan diiringi suara seperti dentuman," ungkapnya.

Setelah dilihat ke sumber suara, Tumaryono baru menyadari kalau tanah yang berada di samping rumahnya longsor. Melihat kejadian itu, dirinya langsung memberitahu kepada warga sekitar dan juga Ketua RT.

Tak berselang lama, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang datang untuk membantu mengevakuasi longsoran tersebut. "Kami langsung mengevakuasi barang-barang kami keluar rumah untuk ditampung di rumah saudara," ucapnya.

Tumaryono mengatakan, tanah yang longsor itu merupakan plengsengan yang telah ditanami Pohon Nangka dan Pohon Pepaya. Dan sebelum tanah longsor itu terjadi, ia tidak memiliki firasat atau tanda-tanda apapun.

"Pondasi plengsengan itu mungkin kurang kuat. Sehingga mengakibatkan tanah longsor ini," ucapnya

Akibat kejadian itu, Tumaryono mengaku mengelami kerugian senilai Rp 5 Juta. Meski demikian, ia telah mendapatkan santunan berupa tiga buah bungkusan sembako dan satu karpet dari BPBD Kota Malang.

Halaman
12
Penulis: Mochammad Rifky Edgar Hidayatullah
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved