Kabar Blitar

Marah Tahapan Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Molor, DPRD Segera Panggil Disperindag

Sesuai kesepakatan, Disperindag akan melengkapi dokumen-dokumen dan menyerahkan ke DPRD pada Desember 2018.

Marah Tahapan Pembangunan Pasar Legi Kota Blitar Molor, DPRD Segera Panggil Disperindag
suryamalang.com/Samsul Hadi
Kondisi Jl Mayang, Kota Blitar, yang berada di selatan Pasar Legi yang rencananya juga digunakan tempat relokasi untuk pedagang. 

SURYAMALANG.COM, BLITAR - DPRD Kota Blitar menilai Pemkot telah menyimpang dari kesepakatan awal soal tahapan-tahapan rencana pembangunan Pasar Legi. Sejumlah tahapan rencana pembangunan Pasar Legi molor dari jadwal yang sudah disepakati bersama.

"Kami akan memanggil Pemkot Blitar dalam hal ini Disperindag terkait masalah itu. Kami menganggap Disperindag tidak melakukan tahapan-tahapan sesuai jadwal yang sudah disepakati," kata Wakil Ketua DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, Kamis (14/3/2019).

Totok mencontohkan soal pelengkapan dokumen-dokumen pembangunan. Sesuai kesepakatan, Disperindag akan melengkapi dokumen-dokumen dan menyerahkan ke DPRD pada Desember 2018. Kenyataannya, sampai sekarang Disperindag belum menyerahkan dokumen ke DPRD.

Soal lelang pekerjaan proyek juga molor dari jadwal yang sudah disepakati. Sesuai kesepakatan, proses lelang pekerjaan selesai pada Februari 2019. Tapi, sampai sekarang Disperindag juga belum melelang pekerjaan proyek itu. "Banyak tahapan yang sampai sekarang belum terlaksana," katanya.

Selain itu, soal relokasi pedagang juga menyimpang dari kesepakatan awal. Sesuai kesepakatan, Disperindag berencana merelokasi pedagang di Jl Mawar atau di depan Pasar Legi. Tetapi, terakhir, Disprindag menyampaikan tempat relokasi pedagang berada di jalan sekitar pasar, yaitu, Jl Mayang dan Jl Krantil.

Padahal, sesuai rencana Jl Krantil digunakan untuk keluar masuk kendaraan pengangkut material bangunan. Kalau di relokasi di jalan itu, dewan khawatir akan terjadi kemacetan. "Kami akan minta penjelasan dari Disperindag soal itu semua," katanya.

Plt Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan, pembangunan Pasar Legi tetap akan terealisasi tahun ini. Pemkot sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk pembangunan Pasar Legi. Soal tahapan pembangunan memang sedikit molor karena ada yang harus dilengkapi.

Dia ingin pembangunan Pasar Legi tidak menimbulkan masalah di belakang hari. "Untuk relokasi pedagang sudah dijadwalkan akan dilaksanakan mulai akhir Maret 2019. Kami juga ingin pembangunan cepat terlaksana, tapi kami tidak ingin ada kesalahan dalam proses pembangunan," katanya. 

Penulis: Samsul Hadi
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved