Malang Raya

Tekan Penyebaran HIV/Aids, Dinkes Intensif Lakukan Pemeriksaan Di Tempat Hiburan Malam Kota Malang

Dinkes Kota Malang memiliki program bernama TOP. TOP adalah akronim dari Temukan, Obati dan Pertahankan.

Tekan Penyebaran HIV/Aids, Dinkes Intensif Lakukan Pemeriksaan Di Tempat Hiburan Malam Kota Malang
suryamalang.com/Benni Indo
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap karyawan Twenty, Jumat (15/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Dinas Kesehatan Kota Malang melakukan mobile Voluntary Counselling and Testing (VCT) atau pemeriksaan secara sukarela di tempat karaoke Twenty KTV & BAR, Jumat (15/3/2019) malam. Kasi P2PM Dinkes Kota Malang, dr Bayu Tjahjawibawa menjelaskan, kegiatan itu untuk menekan peredaran HIV.

Dikatakannya, Dinkes Kota Malang memiliki  program bernama TOP. TOP adalah akronim dari Temukan, Obati dan Pertahankan.

“Jika kami menemukan, maka akan segera kami obati. Minum obatnya harus dipertahankan karena harus diminum seumur hidup. Silahkan diambil, obatnya gratis,” katanya, Sabtu (16/3/2019).

Dinkes Kota Malang menargetkan pada 2030 mendatang sudah tidak ada lagi kasus HIV baru. Salah satu caranya untuk merealisasikan target itu adalah sosialisasi dan pemeriksaan.

“Yang penting adalah menurunkan stigma di masyarakat. Oleh sebab itu kami berkolaborasi dengan pihak lain, ada LSM juga di sini,” imbuhnya.

Ada sekitar 50 an karyawan Twenty yang mendapatkan pemeriksaan. Petugas merahasiakan hasil tes kepada khalayak.

Ditambahkan Bayu, mulai 2005-2018 Dinkes Kota Malang menemukan positif HIV sekitar 4600 an. Dinkes juga intensif memeriksa ibu hamil. Pada 2018 lalu, ada satu orang ibu hamil ditemukan positif di Puskesmas Dinoyo.

“900 di antaranya berobat. Kota Malang ini terbanyak nomor dua setelah Surabaya,” jelasnya

Pemeriksaan itu dilakukan Dinas Kesehatan Kota Malang, bekerjasama dengan beberapa rumah sakit, Komisi Penanggulangan Aids (KPA) serta Perkumpulan Karaoke dan Hiburan Malam (Perkahima) Malang Raya.

Sementara itu, Freya Alana, Marketing dari Twenty menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, dari sosialisasi dan pemeriksaan itu akan menambah ilmu baru terkait bahaya penyebaran HIV/AIDS.

"Ya baguslah, dengan sosialisasi akan mendapat pengetahuan baru. Untuk itu, kami juga sampaikan juga, meskipun bekerja di sempat hiburan, kami sangat peduli dengan kesehatan," tuturnya.

Ia melanjutkan, ada sekitar 40 - 50 karyawan dari semua bagian menerima sosialiasi dari Dinas Kesehatan. Menurutnya, keterbukaan ini membuktikan bahwa pekerja malam juga peduli akan kesehatan. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved