Kabar Jakarta

Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 14.245 Per Dollar AS

Nilai tukar rupiah di awal pekan ini mengalami penguatan terpengaruh titik terang Brexit dan kekuatan data ekonomi domestik dianggap cukup melegakan.

Awal Pekan, Nilai Tukar Rupiah Menguat Rp 14.245 Per Dollar AS
Tribunnews.com
Nilai tukar Rupiah menguat 

SURYAMALANG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah di awal pekan ini mengalami penguatan terpengaruh titik terang Brexit dan kekuatan data ekonomi domestik yang dianggap cukup melegakan.

Mengutip data dari Bloomberg pukul 10.41 WIB, nilai tukar rupiah menguat 0,10 persen ke posisi Rp 14.245 per dollar Amerika Serikat (AS). Pada perdagangan Jumat, rupiah juga sempat ditutup menguat ke posisi Rp 14.260 per dollar AS.

Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, faktor eksternal dan internal mengatrol rupiah di hadapan dollar AS. Rilis data manufaktur AS mencatat produksi industri AS hanya naik tipis di bulan Februari, memicu kekhawatiran bahwa perlambatan di akhir tahun lalu dapat berlanjut sampai tahun ini.

Melansir Bloomberg, produksi industri AS naik 0,1 persen pada bulan lalu setelah turun 0,4 persen di Januari. Sebelumnya para ekonom perkirakan produksi industri bisa naik 0,4 persen.

Sementara untuk tingkat tahunannya, tingkat pertumbuhan produksi turun menjadi 3,5 persen dari Januari di 3,8 persen. "Produksi manufaktur turun 0,4 persen, lebih buruk dari estimasi untuk kenaikan 0,3 persen, ini akan mendorong The Fed kembali pada kebijakan dovishnya," jelas Ibrahim pada Kontan, Senin (18/3).

Pertemuan Bank Sentral AS Federal Reserve minggu ini juga masih akan diwarnai kebijakan dovish. Ibrahim mengatakan, tak menutup kemungkinan selama satu semester, The Fed akan terus bersabar dan kemungkinan penurunan suku bunga acuan dilakukan di akhir tahun.

Harga penurunan minyak dunia juga memberi suplemen bagi mata uang Garuda pagi ini. Harga minyak dunia jenis WTI terpantau turun 0,29 persen di posisi US$ 58,35 per barel pada Senin (18/3) pukul 10.00 WIB.

Begitu pula dengan Brent yang merosot 0,12 persen di posisi US$ 67,08 per barel. "Sebagai negara yang bergantung pada impor minyak, ini menguntungkan Indonesia karena mengurangi biaya impor," tutur Ibrahim.

Ibrahim optimistis rupiah mampu melanjutkan penguatan sampai akhir perdagangan sore nanti. Dirinya meramal rupiah bergerak di rentang Rp 14.190 per dollar AS - Rp 14.300 per dollar AS hari ini.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved