Malang Raya

Dana Perbaikan Jalan Rusak Cuma Rp 1,5 Miliar, Untuk Mobil Dinas DPRD Kota Malang Rp 5,8 Miliar

Ini ironi politik anggaran di Kota Malang. Tahun 2019 ini, Pemkot Malang berniat menguras uang Rp 5,8 miliar untuk memborong mobil dinas pimpinan DPRD

Dana Perbaikan Jalan Rusak Cuma Rp 1,5 Miliar, Untuk Mobil Dinas DPRD Kota Malang Rp 5,8 Miliar
polres malang
LOKASI KEJADIAN - Seorang perempuan bernama Lilis Eriyanti (52) terjatuh saat melintas di Jalan Kecubung Barat, Lowokwaru, Kota Malang, Selasa (12/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Ini ironi politik anggaran di Kota Malang. Tahun 2019 ini, Pemkot Malang berniat menguras uang Rp 5,8 miliar untuk memborong mobil dinas pimpinan DPRD Kota Malang.

MCW Kecam Dana Rp 5,8 Miliar untuk Mobil Dinas Pimpinan DPRD Kota Malang

Tahun 2019 ini pula, Pemkot Malang berniat membangun gedung kantor terpadu di belakang Balai Kota Malang senilai Rp 50 miliar.

Proyek Kantor Terpadu di Belakang Balai Kota Malang Dilelang Mei 2019

Tapi di sisi lain, Pemkot Malang cuma mengalokasikan dana insidentil Rp 1,5 miliar per tahun untuk perbaikan jalan remuk. 

Dari jumlah Rp 1,5 miliar itu pun sudah terpakai 40 persen atau sekitar Rp 600 juta sampai Februari 2019.

Dana insidentil itu masuk kas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Malang

  • “Sekarang sudah tipis sekali. Untuk satu ruas lokasi saja sudah tidak mencukupi. Kami ajukan lagi di DAK. Ini pak wali juga menganjurkan agar segera diajukan,” ujar Soni sapaan akrab Kepala DPUPR Kota Malang Hadi Santoso, Senin (18/3/2019)

Dana insidentil banyak dikeluarkan oleh DPUPR Kota Malang untuk memperbaiki jalanan berlubang di Kota Malang. Saat musim penghujan, banyak jalan berlubang di Kota Malang.

Gara-gara Jalan Hancur di Kota Malang, Perempuan 52 Tahun Terjatuh dan Tewas

“Terutama itu air tergenang. Sehingga saat membenahi jalan, bidang drainase juga membuatkan jalan air. Bagaimana nati ketika ditambal kalau airnya tetap tergenang?” kata Soni saat ditanya faktor penyebab rusaknya jalan di Kota Malang.

Dipaparkan mantan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang ini, dana insidentil yang digunakan dalam satu ruas tidak lebih dari 30 persen dari panjang jalan. Sehingga yang dilakukan adalah tambal sulam.

“Kalau pengasapalan satu ruas jalan penuh itu namanya pemeliharaan rutin atau peningkatan jalan. Kalau dana insidentil ini, kalau gak ada yang rusak ya tidak boleh diserap,” jelasnya.

Pengeluaran saat melakukan tambal sulam, jika hotmix per meter perseginya sekitar Rp 141 ribu dengan ketebalan 4 Cm. Jika pakai jenis penetrasi yang pakai batu dengan ketebalan 15 Cm, biayanya Rp 290 ribu per meter persegi.

Halaman
12
Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved