Malang Raya

Kebutuhan Dana Insidentil Jalan Rusak Di Kota Malang Bisa Disediakan Melalui Perwali

Walikota Malang menanggapi serius mulai menipisnya dana insidentil di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang.

Kebutuhan Dana Insidentil Jalan Rusak Di Kota Malang Bisa Disediakan Melalui Perwali
suryamalang.com/mochammad rifky edgar hidayatullah
Rambu-rambu yang dibuat oleh warga untuk para pengguna jalan agar terhidar dari aspal yang berlubang di Jalan Mayjen Sungkono, Arjowinangun, Kota Malang, Rabu (2/1/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Walikota Malang Sutiaji menanggapi serius mulai menipisnya dana insidentil di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang. Menurut Sutiaji, dana segar akan digelontorkan ke DPUPR sebagai dana insidentil berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

“Kami akan anggarkan di PAK. Sudah saya sampaikan berkali-kali bahwa Kota Malang darurat jalan rusak,” katanya, Senin (18/3/2019).

Dikatakan Sutiaji, pengerjaan jalan rusak di Kota Malang tidak bisa langsung cepat karena harus melalui prosedur. Sejauh ini, sudah ada 29 titik jalan rusak yang diperbaiki di Kota Malang.

“Tidak bisa hari ini dilaporkan, hari ini terus diselesaikan. Jalan itu kapan dibangun? Ketika belum waktunya akan jadi temuan. Misal setahun dibangun, sudah rusak, biar diinventarisir. Yang sudah diselesaikan 29 titik,” jelasnya.

Dipaparkan orang nomor satu di Kota Malang ini, nanti bisa jadi ada dua mekanisme untuk menggelontorkan dana perawatan. Selain PAK, juga bisa saja nanti dengan membuat peraturan wali kota atau Perwali.

“Ada perwali yang mendahului PAK kalau mendesak. Segera bisa kami lakukan itu. Perwali kan segera kalau dianggap sudah mendesak,” kata Sutiaji tanpa menjelaskan kapan Perwali itu bisa ia buat.

Di sisi lain, Sutiaji juga mengomentari beberapa informasi yang beredar bahwa kecelakaan di Kota Malang diakibatkan jalanan rusak. Menurutnya, tidak semua kecelakaan yang terjadi karena jalanan rusak.

Salah satu yang ia komentari adalah kecelakaan yang terjadi di depan Universitas Tribuanatunggadewi beberapa waktu lalu. Kata Sutiaji, dari informasi yang ia dapat dari Unit Laka Satlantal Polres Malang Kota, kecelakaan itu bukan karena jalan rusak. Melainkan korban terjatuh ketelah ban kendaraannya selip saat melintasi pasir.

Naasnya, korban terjatuh ke arah kiri tepat di bawah truk.

“Disampaikan kepada masyarakat tidak serta merta karena jalan. Memang mungkin ada satu atau dua. Namun saya sudah koordinasi dengan laka bahwa itu tidak akibat jalan rusak, seperti di Unitri kemarin,” katanya. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved