Kabar Tulungagung

Mencari Pasien TB, Dinkes Tulungagung Screening Penghuni Dan Pengunjung Lapas

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung tengah giat melaksanakan screening penderita tuberculosis (TB).

Mencari Pasien TB, Dinkes Tulungagung Screening Penghuni Dan Pengunjung Lapas
suryamalang.com/David Yohanes
Pengunjung Lapas Kelas IIB Tulungagung diminta ambil sampel dahak. 

SURYAMALANG.COM, TULUNGAGUNG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung tengah giat melaksanakan screening penderita tuberculosis (TB).

Sejumlah tempat yang dilakukan penyisiran antara lain di Lapas Kelas IIB Tulungagung, pondok pesantren, rumah kos maupun asrama.

Kasi P2M Dinkes Tulungagung, Didik Eka mengatakan, tempat seperti lapas dihuni banyak orang, tempatnya tertutup dan tempatnya relatif sempit. Jika ada satu saja pasien TB yang tidak terdeteksi, maka bisa memicu penularan yang sangat luas.

"Karena itu penderita TB perlu segera ditemukan dan diobati, agar tidak menular ke warga binaan lain," terang Didik, saat screening TB di Lapas Kelas IIB Tulungagung, Senin (18/3/2019).

Didik mengungkapkan, hasil screening bulan Januari dan Februari 2019, ditemukan 284 pasien TB. Dua di antaranya pasien dinyatakan TB resisten obat. Petugas Dinkes harus melakukan pendekatan khusus kepada pasien TB resisten obat.

"Butuh kemantapan mental untuk pengobatan TB resisten obat. Karena lamanya pengobatan 20 bulan sampai 24 bulan," ungkap Didik.

Angka temuan awal ini meningkat jika dibanding dua bulan awal tahun 2018, sebanyak 173 pasien. Berdasarkan prosentase jumlah penduduk, tahun 2018 insiden rate atau angka kesakitan secara nasional sebanyak 2089 orang.

Namun Dinkes hanya berhasil menemukan 1216 pasien. Sedangkan tahun 2019 ini incident rate yang ditetapkan sebanyak 2104 pasien.

"Kami masih terkendala stigma bahwa TB itu penyakit memalukan, banyak pasien berusaha menyembunyikan diri. Akibatnya angka yang ditemukan di bawah incident rate," sambung Didik.

Khusus di Lapas, screening dilakukan bukan hanya kepada warga binaan, namun juga kepada pengunjung lapas. Para pengunjung diminta menghadap petugas screening yang disiagakan. Jika dari wawancara mereka mempunyai gejala TB, maka petugas meminta mereka mengambil ampel dahak.

Sebuah bilik khusus dari kain juga disiapkan bagi mereka yang akan mengambil sampel dahak. "Pengunjung ini kan juga berinteraksi dengan warga binaan. Kalau mereka terkena TB, maka beresiko menularkan ke banyak warga binaan," tegas Didik.

Dinkes juga menggandeng Dinas Tenaga Kerja untuk melakukan screening TB terhadap calon TKI. 

Penulis: David Yohanes
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved