Kabar Magetan

Warga Bingung, Koloni Ribuan Burung Kuntul Betah di Perumahan dan Sekitar Pabrik Gula Purwodadi

Ribuan burung Kuntul putih dan sebagian berkepala kuning menyerbu wilayah Pabrik Gula Poerwodadi, Dusun Glodok, Desa/Kecamatan Karangrejo, Magetan

Warga Bingung, Koloni Ribuan Burung Kuntul Betah di Perumahan dan Sekitar Pabrik Gula Purwodadi
Doni Prasetyo
Ribuan burung Kuntul putih dan sebagian berkepala kuning menyerbu wilayah Pabrik Gula Poerwodadi, Dusun Glodok, Desa/Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan dan perumahan warga. 

SURYAMALANG.COM, MAGETAN
Ribuan burung Kuntul putih dan sebagian berkepala kuning menyerbu  wilayah Pabrik Gula Poerwodadi, Dusun Glodok, Desa/Kecamatan Karangrejo, Kabupaten Magetan dan perumahan warga.

Pada satu sisi, ribuan burung kuntul itu mengganggu ketenangan warga karena suaranya.

Selain itu juga karena kotoran dan ulahnya yang merusak atap genteng rumah warga yang berada di sekitar pabrik gula.

"Kalau pagi semua semburat keluar terbang dari dalam pohon, tapi sebagian yang masih muda, tinggal di pohon. Makanya suara gemericit ribuan anak kuntul itu menjadi perhatian warga setempat," ujar manajer Administrasi Keuangan dan Umum (AKU) PG Poerwodadi, Glodok, Edy Susanto kepada SuryaMalang.com, Senin (18/3/2019).

Keberadaan ribuan kuntul itu, tambah Edy, dilematis karena bisa menambah hiburan di area PG Poerwodadie yang sudah lebih setahun ini membuka wahana hiburan bagj rakyat setempat. Di sisi lain, dampak kotoran dan keberadaannya banyak menimbulkan kerusakan atap warga.

"Sebenarnya kita ingin memanfaatkan keberadaan burung kuntul ini, tapi ini masih kita kaji, gimana baiknya. Soalnya di wahana hiburan PG Poerwodadie ada gantangan burung setiap sore, kalau ditambah burung kuntul ini kan bisa menambah item wahana hiburan PG Poerwodadie," jelas Edy.

Dikatakan Edy Susanto, keberadaan burung kuntul yang diduga migran ini sudah lebih dari tujuh bulan. Keberadaannya menimbulkan pro dan kontra. Ada warga perumahan PG Poerwodadie dan warga sekitar pabrik yang mengeluh.

"Sementara kita biarkan saja. Lagian mau menghalau ribuan burung kuntul juga sulit. Kita lihat saja. Karena sebelum sebelumnya, pernah ada, tahu hilang sendiri, mungkin pindah ke tempat lain," kata Edy.

Kepala Resor 05 Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Wilayah 1 Madiun, yang membawahi Madiun - Magetan - dan Ngawi, Nur Muhammad Daru Sudiro, mengatakan, burung kuntul yang memiliki 200 lebih jenis ini merupakan satwa yang dilindungi.

"Kedatangan kita untuk memastikan, burung kuntul ini jenis apa, masuk jenis yang dilindungi apa tidak. Karena burung kuntul yang dilindungi, keberadaan jenisnya sudah langka," jelas Daru kepada SuryaMalang.com di PG Poerwodadie.

"Kalau jenis burung kuntul kerbau, bukan termasuk satwa yang dilindungi. Burung ini ke sini menghindari cuaca yang tidak cocok. Saat terbang mereka mungkin menemukan tempat yang asri dan banyak makanan. Halaman PG Poerwodadi ini, masih banyak pohon besar, sehingga burung burung ini betah," tandas Daru. 

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved