Kabar Surabaya

Sedang Dikaji Dana Abadi Kebudayaan, Menteri Puan: Minimal Besaran Dana Capai Rp 5 Trilliun

Dalam mengkaji nilai dana abadi kebudayaan ini disampaikan Puan banyak hal yang harus diperhitungkan. Salah satunya masalah hitungan fiskal.

Sedang Dikaji Dana Abadi Kebudayaan, Menteri Puan: Minimal Besaran Dana Capai Rp 5 Trilliun
suryamalang.com/Fatimatuz Zahro
Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA  - Dana abadi kebudayaan yang sempat disampaikan oleh Cawapres nomor urut 1, Kiai Ma'ruf Amin hingga kini masih menjadi hal yang ramai dibicarakan.  Terkait hal itu,  ternyata pemerintah pusat kini tengah mengkaji dana abadi kebudayaan.

Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani usai membuka acara Jambore Pandu Sekolah Model Dalam Penguatan Pendidikan Karakter dan Kebudayaan  Provinsi Jawa Timur, di Gedung LPMP Jawa Timur,  Rabu (20/3/2019) mengatakan, kajian itu dilakukan di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

"Terkait dana abadi kebudayaan, kita sekarang sedang kaji melalui Kemendikbud. Angka minimalnya Rp 5 Trilliun," kata Puan.

Angka itu, dikatakan Puan, tidak akan berhenti di nilai tersebut.  Melainkan akan dinaikkan secara bertahap dan sangat mungkin akan terus meningkat.  "Kita mungkin akan tingkatkan secara bertahap, ya mungkin bisa lebih besar dari itu," katanya. 

Dalam mengkaji nilai dana abadi kebudayaan ini disampaikan Puan banyak hal yang harus diperhitungkan. Salah satunya masalah hitungan fiskal.

Sebab dana abadi kebudayaan ini adalah full diambilkan dari dana APBN alias dari sumber uang negara.  Sehingga butuh ada hitungan yang rigid. 

"Kita sedang kaji mekanisme dan kesiapan fiskal terkait dana abadi kebudayaan terutama terkait pembiayaan," ucapnya. 

Sebelumnya, calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin sempat menjelaskan maksud wacana dana abadi riset dan kebudayaan yang dia singgung dalam debat ketiga Pemilihan Presiden 2019. 

Menurutnya, dana abadi itu dana tetap yang bergulir yang nanti hasilnya dari investasinya itu yang digunakan untuk membiayai kegiatan kebudayaan. Dana tersebut merupakan alokasi khusus pemerintah untuk berinvestasi di bidang riset dan kebudayaan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved