Kabar Surabaya

Cara Nahdlatul Ulama Jatim Menjawab Fitnah Disusupi Syiah dan Wahabi

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jatim merayakan malam puncak Hari Lahir (Harlah) NU ke-96 bertajuk "NU Bersatu Membangun Negeri"

Cara Nahdlatul Ulama Jatim Menjawab Fitnah Disusupi Syiah dan Wahabi
LUHUR PAMBUDI
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jatim merayakan malam puncak Hari Lahir (Harlah) NU ke-96 bertajuk "NU Bersatu Membangun Negeri" di Halaman Parkir PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9, Gayungan, Surabaya, Sabtu (23/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (NU) Jatim merayakan malam puncak Hari Lahir (Harlah) NU ke-96 bertajuk "NU Bersatu Membangun Negeri" di Halaman Parkir PWNU Jatim Jalan Masjid Al Akbar Timur No 9, Gayungan, Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Dalam perayaan itu, PWNU Jatim juga menggelar tradisional Tingkeban Akbar, yang diakomodir oleh badan otonom perempuan NU bernama Fatayat NU Jatim.

Tingkeban, suatu tradisi selametan masyarakat Jawa untuk mendoakan kandungan anak pertama dari seorang perempuan yang telah menginjak usia kehamilan tujuh bulan.

Ketua Panitia Gus Reza Ahmad Zahid mengatakan, acara Tingkeban Akbar diikuti oleh 165 ibu-ibu hamil.

Para ibu hamil itu, lanjut Gus Reza, dikumpulkan oleh Fatayat NU Jatim secara kolektif dari berbagai pelosok wilayah Jatim.

"Cukup luar biasa perjuangan Fatayat mencari ibu-ibu itu di pelosok Jatim," lugas Gus Reza dalam sambutannya yang kerap diselingi lelucon.

Mengingat Tingkeban menjadi sebuah tradisi yang telah berlangsung ditengah masyarakat bertahun-tahun lalu.

Gus Reza sengaja menggelar secara massal dan dipandu langsung oleh para kiai bertujuan agar anak yang dilahirkan nanti menjadi anak yang sholeh-shalihah, berbakti pada orangtua, dan negara.

"Tadi kami ajak para ibu membaca Surat Maryam dan Surat Yusuf, agar anak yang dilahirkan memiliki akhlak yang sholeh-sholehah dan tertulari ilmu seperti para kiai-kiai NU," jelasnya.

Dalam sambutannya, KH Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jatim secara tegas kembali mengingatkan para warga NU untuk tetap berpegang teguh pada kaidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyin.

Halaman
12
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved