Malang Raya

Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Ikut Pilkades Serentak 269 Desa di Kabupaten Malang

Sebanyak 269 desa bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Malang.

Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis Ikut Pilkades Serentak 269 Desa di Kabupaten Malang
Google Maps
Kantor Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Sebanyak 269 desa bakal menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak di Kabupaten Malang.

Jumlah tersebut bertambah satu desa dari jumlah sebelumnya yang berjumlah 268 desa.

Terbaru, Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis dipastikan ikut serta dalam pilkades yang digelar pada tanggal 30 Juni mendatang itu.

"Tambahannya adalah Desa Bunut Wetan Kecamatan Pakis. Pertimbangannya, jika tidak ikut melaksanakan pilkades serentak tahun ini maka pemilihan kepala desa Bunut Wetan baru bisa ikut pilkades pada tahun 2023. Jadi Terlalu lama jika harus menunggu pilkades selanjutnya," terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwadji ketika dikonfirmasi, Minggu (24/3/2019).

Suwadji menambahkan, kini tahapan pilkades serentak sedang dalam tahap pembentukan panitia ditingkat kabupaten dan desa.

“Akan kami tindaklanjuti dengan penyusunan daftar pemilih, pengajuan anggaran, dan pendaftaran calon kepala desa,” ujar Suwadji.

Setelah itu akan dilaksanakan penetapan calon dan kampanye. Suwadji menerangkan, perihal surat keputusan tentang pelaksanaan pilkades serentak Kabupaten Malang sendiri telah diteken pada 14 Maret lalu. SK menetetapkan bahwa Pilkades Serentak Kabupaten Malang 2019 digelar pada tanggal 30 Juni mendatang.

Terkait anggaran Suwadji memastikan, Desa Taji Kecamatan Jabung adalah satu-satunya desa di Kabupaten Malang yang mendapat dana paling kevil dalam Pilkades mendatang. Suwadji menyebut Desa Taji hanya mendapatkan suntikan dana sebesat Rp 40.786.500.

"Karena jumlah pemilih di desa ini lebih kecil dibandingkan dengan desa-desa lain yang menyelenggarakan Pilkades. Jumlah DPT di Desa Taji hanya 1070. Paling kecil dibandingkan desa yang lain di Kabupaten Malang," ungkap Suwadji.

Suwadji menambahkan, acuan jumlah DPT menjadi salah satu pertimbangan yang dilakukan pihaknya tentukan kucuran dana dalam pelaksanaan Pilkades.

Berbeda dengan Desa Taji, salah satu wilayah yang memiliki DPT banyak yakni Desa Pamotan Kecamatan Dampit mendapatkan kucuran anggaran paling besar untuk Pilkades.

Desa Pamotan Kecamatan Dampit mendapatkan anggaran Rp 82.595.000.

Ini dikarenakan jumlah DPT di Desa Pamotan mencapai 14.640, itu tertinggi di seluruh desa yang menyelenggarakan Pilkades di Kabupaten Malang.

Sementara itu, Suwadji menyebut anggaran Pilkades murni digunakan mulai dari awal tahapan Pilkades digelar hingga setelah pemungutan. 

"Dana itu digunakan mulai dari pembentukan panitia Pilkades, pendaftaran calon Kades, verifikasi data, sampai dengan selesai pemungutan," ujar Suwadji. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved