Malang Raya

Ditemukan di Dalam Sumur, Kisah Pilu Tentang Meninggalnya Nenek 70 Tahun di Kabupaten Malang

Ditemukan di Dalam Sumur, Kisah Pilu Tentang Meninggalnya Nenek 70 Tahun di Kabupaten Malang

Ditemukan di Dalam Sumur, Kisah Pilu Tentang Meninggalnya Nenek 70 Tahun di Kabupaten Malang
IST
Menik, korban tercebur sumur akhirnya meninggal, Minggu (24/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, TAJINAN - Suasana di Dusun Tibo, Desa Purwoselar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, Minggu  (24/3/2019) pagi mendadak heboh.

Pasalnya, Menik wanita berusia 70 tahun ditemukan tercebur di dalam sumur belakang rumahnya.

Kasubsi Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Malang, Mudji Utomo menjelaskan sesaat sebelum korban ditemukan, keluarga dan warga sekitar, sempat mendengar ada suara minta tolong dari dalam sumur.

"Sempat terdengar korban masih sempat minta tolong, dan keluarga segera melapor dan diteruskan ke kami (PMI Kabupaten Malang). Kemudian  jam 07.00 tim evakuasi meluncur ke lokasi, dan pada pukul 08,00 korban berhasil di angkat dari dalam sumur. Selanjutnya  korban di bawa ke puskesmas tajinan untuk dilakukan penanganan selanjutnya," ujar Mudji ketika dikonfirmasi, Minggu (24/3/2019).

Mudji menambahkan, saat berhasil dievakuasi kondisi korban diketahui masih hidup. Namun kondisi tubuhnya sudah terbujur lemas.

"Setelah dievakuasi korban kami larikan ke Puskesmas Tajinan, untuk mendapat perawatan," beber pria yang akrab disapa Mbah Tomo itu.

Selang beberapa saat, takdir berkata lain. Batas usia seseorang tidak yang tahu. Hendak mendapat perawatan di Puskesmas Tajinan, Menik menemui ajalnya

"Diketahui korban meninggal dunia ketika hendak mendapat perawatan di Puskesmas. Kondisi tubuhnya saat itu memang lemah, dan kritis," tutur Kapolsek Tajinan, AKP Sony Setyo Widowo.

Sony menambahkan, korban diduga nekat ceburkan diri ke sumur karena mencoba lakukan upaya bunuh diri.

"Ini diduga upaya percobaan bunuh diri yang kedua kalinya. Sebelumnya selamat. Sedangkan kali ini, meski sempat diselamatkan namun meninggal saat hendak mendapat perawatan di Puskesmas," bebernya.

Usai dinyatakan meninggal dunia, jenazah Menik kemudian dibawa ke rumah duka. Keluarga korban tidak melakukan otopsi terhadap korban.

"Mereka (keluarga) menerima kematiannya sebagai musibah, dan membuat surat pernyataan tertulis karena keluarga tak mau dilakukan otopsi," tutupnya.

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: eko darmoko
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved