Malang Raya

Juru Kunci Wajibkan Peziarah Izin sebelum ke Makam Raden Panji Pulang Jiwo di Kepanjen

Makam Raden Panji Pulang Jiwo ini berlokasi di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan, Kabupaten Malang, Jalan Penarukan 1 Kepanjen.

Juru Kunci Wajibkan Peziarah Izin sebelum ke Makam Raden Panji Pulang Jiwo di Kepanjen
Erwin
Makam Raden Panji Pulang Jiwo ini berlokasi di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan, Kabupaten Malang, Jalan Penarukan 1 Kepanjen. Tepatnya di ujung belakang Kantor Dinas Pendidikan. Penjaga makam tersebut bernama Suwarno. 

SURYAMALANG.COM, KEPANJEN - Berkunjung ke lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Malang ternyata terdapat empat makam yang sarat akan cerita legendaris.

Empat makam tersebut adalah pertama, makam Raden Panji Pulang Jiwo. Makam ini sendirian berada di sebuah petak tanah berukuran sekitar 3 x 3 meter, dengan pagar setinggi 1meter. Harus melepas alas kaki terlebih dahulu agar dapat masuk ke dalam makam.

Berjarak beberapa meter, terdapat tiga makam lainnya. Yakni, makam Putri Probo Retno (istri Raden Panji), makam Raden Panji Saputro atau Panji Wulung (anak Raden Panji) dan makam Panji Sosro (kuda kesayangan Raden Panji).

Penjaga makam bernama Suwarno (64), yang menjadi juru kunci makam selama puluhan tahun bercerita, keempat makam tersebut, sangat dikeramatkan.

Asal-usul Nama Desa Kepanjen, Malang, Berawal dari Nama Raden Panji Pulang Jiwo asal Sumenep

Pria yang akrab disapa Mbah No itu menuturkan, banyak masyarakat yang berziarah ke makam Raden Panji Pulang Jiwo.

Peziarah tak hanya berasal dari Malang Raya, namun juga berasal dari beberapa kota, seperti Jakarta dan Surabaya dan berbagai kota lainnya.

"Mereka (pengunjung) datang hanya untuk berziarah ke makam Raden Panji Pulang Jiwo serta keluarganya," ujar Mbah No.

Mbah No menambahkan, para peziarah bisa datang kapan saja. Kemudian, para peziarah biasa berkujung untuk memohon keselamatan dari sang pencipta. Seringkali, orang yang berziarah akan memiliki nazar. Ketika apa yang diharapkan terkabul, akan langsung menggelar selamatan di makam Raden Panji Pulang Jiwo.

Ketika berziarah ke makam Raden Panji Pulang Jiwo, peziarah diharapkan membawa kembang berwarna hijau (Kenanga) serta minyak jafaron yang bagus.

"Karena Raden Panji Pulang Jiwo, sangat suka dengan kembang Kenanga yang berwarna hijau," ujarnya.

Mbah No berpesan agar setiap peziarah yang datang ke makam Raden Panji Pulang Jiwo, harus atas seizinnya. Mbah No bisa ditemui di sebuah rumah yang berlokasi dekat dengan makam.

"Kalau datang tanpa izin atau kulonuwun, saya tidak bertanggungjawab kalau terjadi sesuatu. Karena Raden Panji Pulang Jiwo, tidak berkenan ketika pengunjung tidak izin atau kulonuwun dulu kepada saya," pesannya. 

Penulis: Mohammad Erwin
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved