Arema Malang

Striker Asing Arema FC Berpotensi Dicoret, Berikut Ini Pertimbangannya

Setelah resmi bergabung dengan Singo Edan sejak 10 Januari lalu, penampilan dan kondisi striker asal Brasil itu terus menjadi sorotan.

Striker Asing Arema FC Berpotensi Dicoret, Berikut Ini Pertimbangannya
Instagram @aremafcofficial
Striker Arema FC, Robert Lima Gladiator saat berlaga. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Tanda tangan kesepakatan kontrak berdurasi satu tahun ternyata belum menjamin Robert Lima Guimaraes alias Robert Gladiator aman di Arema FC.

Setelah resmi bergabung dengan Singo Edan sejak 10 Januari lalu, penampilan dan kondisi striker asal Brasil itu terus menjadi sorotan.

Di awal kedatangannya ketika bermain pada laga uji coba dan Piala Indonesia, penampilan Gladiator tampak menjanjikan karena selalu mencetak gol, bahkan ia sempat menjadi pujaan aremania.

Namun di Piala Presiden ini, Gladiator seakan kehilangan taringnya. Ditambah cedera selangkangan yang sempat menimpanya.

Kini nasib Gladiator diujung tanduk. Nasibnya akan diputuskan setelah Arema FC menjalani fase terakhir di Piala Presiden 2019 ini.

Ruddy Widodo, General Manager Arema FC, mengatakan, ada dua faktor evaluasi dari tim pelatih yang dapat membuat Robert Gladiator berpotensi dicoret, yakni masalah kondisi fisik dan cara bermain.

"Evaluasi dari tim pelatih ada dua yakni masalah fisik yang kurang dan cara bermain. Makanya fisiknya sekarang ini di up. Termasuk latihan di kebun raya kemarin juga sebagai upaya meningkatkan kondisi fisiknya. Kalau tidak bisa di up dan dinilai tidak layak untuk kompetisi, maka apa boleh buat," tegas Ruddy Widodo General Manager Arema FC pada Surya, Senin (25/3/2019).

Sementara itu soal cara bermain, manajemen mencoba membandingkan gaya permainan Arema FC musim lalu dengan saat ini.

Musim lalu ketika bermain tanpa striker asing, permainan Singo Edan dinilai lebih moncer, dengan hanya mengandalkan Dedik Setiawan sebagai striker dan Makan Konate sebagai gelandang pengatur serangan.

"Musim lalu ketika menggunakan striker lokal dengan tipikal cara bermain yang tentu saja berbeda, seorang Makan Konate bisa 13 gol. Kami bukan menganak emaskan Konate, tapi dengan tipe striker yang berbeda, kok sekarang menurun. Bukan hanya produktifitas gol tapi mungkin cara bermainnya. Itu yang menjadi evaluasi kami," ujarnya.

Pihaknya bersyukur dengan adanya Pilpres 2019 ini, manajemen dapat mengetahui kekurangan tim sebelum kompetisi resmi digelar.

"Dengan ini kami ingin mengetahui kelemahan tim sebelum liga dan memang target kami itu," tambah pria asal Madiun itu.

Penulis: Dya Ayu
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved