Kota Batu

70 Persen Lahan di Kota Batu Terlarang buat Pedagang Kaki Lima (PKL)

Guna mengatasi jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Batu yang menjamur, Pemkot Batu memberlakukan zonasi.

70 Persen Lahan di Kota Batu Terlarang buat Pedagang Kaki Lima (PKL)
Sany Eka Putri
Pedagang kaki lima di Jalan Ir Soekarno, Kota Batu. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Guna mengatasi jumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Batu yang menjamur, Pemkot Batu memberlakukan zonasi.

Ada tiga zona yaitu zona merah, kuning, dan hijau. Zona merah adalah zona dilarang berjualan, zona kuning boleh berjualan tetapi dibatasi oleh waktu, dan zona hijau adalah zona khusus PKL.

Zonasi ini untuk mempertegas PKL agar tidak melanggar, dan berjualan di daerah yang dilarang PKL.

Ada sanksi yang diberikan kepada PKL yang melanggar zonasi ini. Kepala Dinas Koperasi Unit Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu, Eko Suhartono mengatakan saat ini pihaknya masih menentukan mana saja daerah yang ditentukan untuk tiga zona itu.

"Kami ada tim satgas khusus PKL dan zonasi ini. Semisal di jalan utama tidak boleh ada PKL," kata Eko, Selasa (26/3/2019).

Menurutnya paling banyak adalah zona merah bahkan hampir 70 persen lokasi di Kota Batu. Agar kota Batu tampak bersih dari PKL, terutama di jalan protokol, seperti Jalan Panglima Sudirman, Jalan Diponegoro, Jalan Ir Soekarno.

Selama ini para PKL itu kebanyakan menempati lokasi jalan protokol. "Begitu ada tempat baru PKL baru pun bermunculan. PKL ini musiman, nah untuk mengurangi zonasi ini diberlakukan," imbuhnya.

Satu PKL Misdiono mengatakan ia mengikuti arah pedagang lainnya untuk berjualan di Kota Batu. Ia memilih menjadi PKL musiman karena kesulitan mendapatkan tempat berjualan yang tetap.

"Ya sulit kalau seperti saya, jualan pindah-pindah. Paling dari pagi sampai siang. Terus pindah ke sekolah-sekolah, atau pas ada acara mbak. Ngikutin pedagang yang lainnya," kata dia.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved