Malang Kota

Bakso Malang, Cara Polres Malang Kota Dekat dengan Masyarakat

Bakso Malang adalah akronim dari Bincang Aksi Mencari Solusi dengan Masyarakat Kota Malang.

Bakso Malang, Cara Polres Malang Kota Dekat dengan Masyarakat
Humas
Kapolres Malang Kota dan Dandim 0833/Kota Malang Letkol Inf Tommy Anderson saat menghadiri kegiatan Bakso Malang yang berlangsung di Balai RW 3, Kelurahan Bareng, Kecamatan Klojen. 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Polres Malang Kota terus gencar merangkul masyarakat dalam upaya menciptakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Setelah sebelumnya ada program Polisi Masjid dan Polisi RW, terbaru ada program Bakso Malang.

Bakso Malang adalah akronim dari Bincang Aksi Mencari Solusi dengan Masyarakat Kota Malang. Program ini digagas Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.

Asfuri menjelaskan, munculnya ide awal program ini adalah ingin menunjukkan hal yang khas tentang Kota Malang. Bakso adalah ciri khas Kota Malang. Sehingga dipilihlah kata Bakso yang kemudian diartikan menjadi bincang aksi mencari solusi. Kemudian ditambahkan kata Malang yang memang menjadi nama kota.

“Kalau istilah cangkruk sudah umum di Jawa Timur. Nah, saya berpikir, apa ya yang khas Kota Malang ini. Orang kan kalau ke Malang juga mencari Bakso. Makannya akhirnya saya pakai kata Bakso Malang,” kata Asfuri.

Dijelaskan Asfuri, program Bakso Malang ini melengkapi program-program yang telah digulirkan sebelumnya. Program Bakso Malang pertama kali diselenggarakan pada 1 Februari 2019 lalu di Balai RW, Kelurahan Bareng, Kota Malang.

Acara malam itu mengangkat topik tentang bagaimana masyarakat turut serta menciptakan ketertiban menjelas Pemilu 2019 pada 17 April 2019. Dalam kegiatan yang berlangsung malam hari itu, turut hadir Dandim 0833/Kota Malang Letkol Letkol Inf Tommy Anderson, M.PICT.

Asfuri mengatakan, pengalamannya saat berada di DKI Jakarta sering bertatap muka dengan masyarakat. Menurutnya, cara itu cukup ampuh untuk menciptakan kondisi yang kondusif di lingkungan masyarakat. Pengalamannya itu pun ditularkan saat ia bertugas di Kota Malang.

Menurut Asfuri, Polri dan masyarakat adalah bagian yang tidak terpisahkan. Oleh sebab itu, sudah seyogianya harmonisasi antara Polri dengan masyarakat terus dijaga.

Apalagi menjelang pemilu seperti saat ini. Masyarakat dinilainya memiliki andil yang sangat besar di tengah derasnya arus partarungan antar calon. Menurut Asfuri, Kota Malang sejauh ini cukup kondusif.

“Saya melihat masyarakat Kota Malang sangat dewasa berpolitik. Ini bisa dilihat dalam pelaksanaan kampanye paslon baik 01 atau 02, dari awal datang sampai kembali tidak ada permasalahan," katanya.

Kedewasaan berpolitik masyarakat Kota Malang juga tercermin dari lalu lintas media sosial. Kata Asfuri, pasukan cyber Polres Malang Kota belum menemukan postingan yang mengarah ke black campaign oleh masyarakat Kota Malang.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved