Universitas Islam Malang

Semua Rektor Kampus Nahdlatul Ulama Kumpul di Unisma, Adakah Misi Politik?

Adakah misi politik mengingat pucuk pimpinan NU sedang mengikuti kontestasi Pilpres 2019?

Semua Rektor Kampus Nahdlatul Ulama Kumpul di Unisma, Adakah Misi Politik?
Sylvianita Widyawati
Prof Dr Masykuri MSi, Ketua Umum Forun Rektor PTNU (Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama) saat raker di Universitas Islam Malang (Unisma), Selasa (26/3/2019). 

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Semua rektor perguruan tinggi di bawah Nahdlatul Ulama (NU) berkumpul di kampus Universitas Islam Malang (Unisma).

Adakah misi politik mengingat pucuk pimpinan NU sedang mengikuti kontestasi Pilpres 2019?

Prof Dr Masykuri MSi, Ketua Umum Forum Rektor Perguruan Tinggi Nahdlatal Ulama (PTNU) menyatakan forum tak dalam konteks politik dan aksi.

Menurut Masykuri yang juga Rektor Unisma itu, forum rektor lebih pada pengembangan atau membijaki regulasi pemerintah pada PTNU. Hal itu disampaikan saat di raker forum rektor PTNU di lantai 4 kantor Yayasan Unisma, Selasa (26/3/2019).

Dengan adanya forum rektor PTNU maka PTNU harus bisa bergandengan tangan dalam mengembangkan PTNU. Selain itu juga harus bisa jadi bagian dari think tank (wadah pemikir) untuk kebijakan atau berpartner dalam kebijakan pendidikan tinggi.

Sehingga ke depan, tak hanya bermitra dengan Kemenristekdikti, Kemenag tapi juga kementerian lainnya.

Para rektor PTNU datang ke pertemuan itu, antara lain dari Surakarta, Jepara, Bali, NTB, Lampung, Lamongan, Kabupaten Malang.

Di Kabupaten Malang ada Universitas Islam Raden Rahmad (Unira) di Kepanjen.

Menurut Masykuri, PTNU harus bergandengan tangan agar bisa sama-sama berkembang dan besar. Sebab di era globalisasi, networking atau jaringan itu kunci utamanya.

"Manfaatkan pertemuan di Global Summit di Unisma dimana ada pertemuan-pertemuan dengan perguruan tinggi luar negeri untuk bekerjasama. Tujuannya agar bisa maju bersama," kata dia.

Sebab yang datang adalah rektor, wakil rektor dan kantor urusan internasional di tiap perguruan tinggi luar negeri dari 14 negara. Beberapa delegasi dari luar negeri sudah datang di Unisma, Selasa (26/3/2019).

Mohtar Data, Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Unisma mengharapkan kendala-kendala di PTNU dicarikan solusinya.

"PTNU ini melestarikan tradisi dan budaya NU. Tantangan di PTNU harus dihadapi dan PTNU harus maju bersama," ungkapnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved