Kabar Jakarta

Mengintip Prediksi Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Terhadap Dollar AS Besok

Saat ini posisi rupiah menguat tipis, karena pasar masih banyak yang berminat ke dollar AS. Sehingga ke depan rupiah masih terancam koreksi.

Mengintip Prediksi Nilai Tukar Mata Uang Rupiah Terhadap Dollar AS Besok
Prediksi Nilai Tukar Rupiah 

SURYAMALANG,COM, JAKARTA - Pergerakan mata uang dollar Amerika Serikat (AS) cukup menakjubkan. Dalam dua pekan terakhir ini karena kekhawatiran tentang ekonomi global yang melemah serta imbal hasil obligasi AS yang menggiurkan menjadikan dollar AS mengalami penguatan.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka, Ibrahim melihat, saat ini posisi rupiah menguat tipis, karena pasar masih banyak yang berminat ke dollar AS. Sehingga ke depan rupiah masih terancam koreksi. Terbukti dollar AS dalam index spot tercatat tumbuh 0,15 persen di level 97,38.

Berdasarkan data Bloomberg, pada Selasa (2/4), rupiah di pasar spot ditutup menguat 0,04 persn di level Rp 14.223 per dollar Amerika Serikat (AS). Sementara dalam kurs tengah Bank Indonesia mata uang Garuda terdepresiasi 0,04 persen menjadi Rp 14.237 per dollar AS.

Treasury AS dijual dan imbal hasil mereka melonjak semalam, di mana suku bunga tenor sepuluh tahun naik lebih dari 8 basis poin. Imbal hasil treasury sepuluh tahun berdiri di level 2,492 persen didorong oleh kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi global.

Data manufaktur ISM AS untuk Maret menunjukkan kenaikan ke 55,3, dengan mudah mengalahkan ekspektasi 54,5. Angka di atas 50 dalam indeks ISM menunjukkan ekspansi di bidang manufaktur, yang menyumbang sekitar 12 persen dari ekonomi AS.

Sementara ekonomi global melemah ditandai lagi dengan rilis data inflasi zona Euro periode Maret tercatat 1,4 persen year-on-year (YoY). Di bawah konsensus pasar yaitu 1,5 persen YoY dan masih jauh dari target mendekati 2 persen yang dipasang European Central Bank (ECB).

“Inflasi yang masih lambat menandakan ekonomi di Eropa belum pulih,” kata Ibrahim kepada Kontan.co.id, Selasa (2/4).

Artinya, ECB kemungkinan besar tetap akan mempertahankan kebijakan moneter longgar dan akomodatif untuk mendorong permintaan, tidak akan ada kenaikan suku bunga acuan dalam waktu dekat.

Di sisi lain pasar sedang memantau perkembangan lebih lanjut pada Brexit setelah Parlemen Inggris kembali menolak semua opsi alternatif untuk kesepakatan penarikan Perdana Menteri Inggris, Theresa May.

Ibrahim memprediksi, Kamis (4/4) mata uang rupiah akan ditransaksikan di kisaran Rp 14.190 - Rp 14.260 per dollar AS.

Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved