Kota Batu

Petani Kota Batu Berhenti Kirim Produksi ke Luar Pulau

Petani di Kota Batu ikut merasakan adanya kenaikan harga kargo udara. Hal itu sudah dirasakan sejak dua bulan terakhir.

Petani Kota Batu Berhenti Kirim Produksi ke Luar Pulau
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Petani Kota Batu mengepak hasil panen mawar yang akan dikirim, di Desa Gunungsari. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Petani di Kota Batu ikut merasakan adanya kenaikan harga kargo udara.

Yuliati petani mawar asal Desa Gunungsari mengaku hal itu sudah ia rasakan sejak dua bulan terakhir.

Terjadi penurunan yang drastis dari kenaikan kargo ini, bisa mencapai 80 persen.

Biasanya dalam satu minggu ia bisa mengirim empat sampai lima kali hasil panen mawarnya.

Tetapi kenaikan ini terpaksa membuatnya mengurangi pengiriman.

“Ya terpaksa harus mengurangi pengiriman. Satu minggu kirim dua kali saja itu sudah paling banyak. Berhenti kirim dulu deh sekarang,” kata dia, Rabu (3/4/2019).

Ia biasa mengirim ke luar pulau, seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi.

Seperti saat mengirim ke Kupang, biaya yang ia keluarkan biasanya hanya Rp 11 ribu perkilo gram.

Tetapi sekarang bisa mencapai Rp 40.500.

Menurutnya petani juga perlu menaikkan harga jual hasil panen mereka.

Halaman
12
Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved