Kabar Surabaya

Mampu Produksi 100 Ton Per Hari, Garam Ibu Bijak Di Gresik Jadi IKM Percontohan

Garam yang ada di Indonesia masih kalah kualitasnya dibandingkan garam impor. Untuk itu, prosentasi impor masih cukup besar di Indonesia.

Mampu Produksi 100 Ton Per Hari, Garam Ibu Bijak Di Gresik Jadi IKM Percontohan
suryamalang.com/Sri Handi Lestari
Direktur Utama PT PT Garsindo Anugrah Sejahtera, Yohannes Sugiarto (kanan) saat menerima kunjungan dari Bidang Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Upaya Kementerian Koordinator Kemarintiman dalam meningkatkan hasil garam bernilai lebih dilakukan dengan menggelar Forum Group Discussion (FGD) dengan stakeholder terkait sejak Kamis (4/4/2019) di Surabaya. 

Setelah melakukan diskusi di Hotel Foto Surabaya, Jumat (5/4/2019), digelar kegiatan kunjungan ke industri garam beryodium di Gresik.  Yakni ke PT Garsindo Anugerah Sejahtera sebagai Industri Kecil Menengah (IKM) sektor garam yang memproduksi garam beryodium merk Ibu Bijak.

Direktur Utama PT PT Garsindo Anugrah Sejahtera, Yohannes Sugiarto mengaku, pihaknya sangat senang dengan kunjungan tim peserta rakor garam dan kementerian tersebut.

"Kunjungan ini membuktikan kalau perusahaan kami memiliki kelebihan dibandingkan perusahaan garam lainnya. Kami selalu menjaga kualitas dalam memproduksi garam. kami menggunakan alat-alat modern,” kata Yohannes disela menerima kunjungan dari para peserta FGD bersama Kementerian Koordinator Kemarintiman.

Yohanes menuturkan, garam yang diproduksi di pabriknya murni garam lokal. Setiap hari, jumlah produksi mencapai 100 ton per hari. Garam-garam ini sudah menghiasai pasar diseluruh Indonesia dengan berbagai merek yang telah dikeluarkan.

"Ada tujuh merek yang sudah kami miliki, bukan Ibu Bijak saja. Kami sangat optimis bisa berkembang,” ungkapnya.

Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Republik Indonesia menjadikan Garam Ibu Bijak milik PT Garsindo Anugrah Sejahtera sebagai percontohan nasional. Garam ini dinilai memiliki kualitas tinggi hingga ‘mirip’ garam impor.

“Kualitasnya sudah sangat bagus, sudah mirip garam impor. Ini bagus lembut dan putih,” kata Hamka Latif, Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman RI, di sela peninjauan produksi garam PT Garsindo di Gresik, Jawa Timur.

Hamka mengatakan, pihaknya sengaja mengajak peserta rakor garam nasional mendatangi PT Garsindo. Sebab, informasi yang diterima tidak ada IKM di Jawa Timur mampu memproduksi garam dengan kualitas baik. Namun, PT Garsindo mampu membuat terobosan dengan menjadikan garam lokal sebagai produksi garam beryodium.

Apalagi, Garsindo sudah memiliki ISO 22000 serta standar SNI dalam pengecekan yodium. Untuk itu, semua produksi garam ini layak untuk dijadikan contoh bagi peserta rakor garam supaya mereka bisa memproduksi minimal sama dengan Garsindo atau lebih baik.

“Banyak rekomendasi ke Garsindo, sekelas IKM yang bagus kan ndak ada selain ini (Garsindo),” ungkap Hamka.

Hamka menegaskan, di Jawa Timur IKM-IKM yang bisa berkembang tidak banyak, hanya IKM PT Garsindo yang memproduksi Garam Ibu Bijak. Hal ini berbeda dengan IKM yang berad di Pati Jawa Tengah, jumlahnya bisa mencapai 140 IKM.

“Menurut pandangan kita secara fisik proses yang ada di Garam Ibu Bijak (PT Garsindo) bagus, apalagi kadarnya 0,5 persen,” ungkapnya.

Meski demikian, Hamka menegaskan kalau garam yang ada di Indonesia masih kalah kualitasnya dibandingkan garam impor. Untuk itu, prosentasi impor masih cukup besar di Indonesia mencapai 2 juta tom untuk tahun 2019. Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan impor tahun 2018 yang mencapai 2,5 juta ton.

“Saya berharap impor akan terus berkurang. Kita inikan termasuk negara dengan garis pantai terpanjang, masak impor garam terus,” tutur Hamka.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved