Kota Batu

Setelah Jodipan, Kini Kampung Hijau, PT Indana Konsisten Kembangkan Pariwisata Berbasis Kampung

PT Indana menggelontorkan cat sebanyak 9 ton untuk mengubah kampung di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau

Setelah Jodipan, Kini Kampung Hijau, PT Indana Konsisten Kembangkan Pariwisata Berbasis Kampung
SURYAMALANG.COM/Hayu Yudha Prabowo
Pengunjung berfoto dengan latar mural dinosaurus pada dinding rumah warga dalam Peresmian Kampung Hijau Tempenosaurus di Desa Beji, Kota Batu, Sabtu (6/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Setelah sukses menyulap Kampung Jodipan yang kumuh menjadi Kampung Warna-warni Jodipan, PT Inti Daya Guna Aneka Warna (Indana) kembali berkontribusi mengembangkan pariwisata berbasis kampung di Kota Batu.

PT Indana menggelontorkan cat sebanyak 9 ton untuk mengubah kampung di Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu menjadi Kampung Hijau yang indah dan sedap dipandang mata.

Vice Presidet PT Indana, Steven Antonius Sugiharto menerangkan Kampung Hijau merupakan kolaborasi antara PT Indana dengan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Jatim Park Group.

Kata dia, Kampung Hijau tidak hanya kampung yang dirubah menjadi berwarna namun harus memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi warga sekitar.

“Kami ingin ada nilai tambah, tidak hanya sekedar di cat tapi juga ada perubahan yang terjadi di masyarakat,” kata Steven kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (6/4/2019).

Ia mengaku tidak menyangka bahwa kontribusinya mengubah Jodipan menjadi Kampung Warna-warni akan berdampak bagi masyarakat sekitar.

Awalnya PT Indana hanya ingin memberikan edukasi agar masyarakat berhenti membuang sampah sembarangan.

“Tapi kemudian kami melihat bisa berkembang menjadi destinasi wisata, makanya kami kembangkan lagi, kami berikan lukisan-lukisan dan sebagainya.”

“Sehingga kami berikan pemberdayaan UMKM di sana,” ucap dia.

Suksesnya Jodipan lalu banyak membuat PT Indana kebanjiran permintaan.

Tidak kurang, beberapa daerah seperti Kalimantan dan Jawa mengontak untuk menjalin kerja sama mengembangkan wisata kampung warna-warni.

“Tapi tentunya kami ingin melihat konsepnya apa saja, dicat itu kan tidak ada nilainya, kami ingin sesuatu agak beda,” terang Steven.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved