Malang Raya

Tidak Ada Caleg Berani Pasang Slogan Antikorupsi di Kota Malang, Apa Artinya?

Tidak ada calon anggota legislatif (Caleg) yang memasang tagline anti korupsi di Kota Malang.

SURYAMALANG.COM, KLOJEN – Tidak ada calon anggota legislatif (Caleg) yang memasang slogan antikorupsi di Kota Malang. Hal itu menjadi tanda tanya tersendiri bagi Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Malang Raya, Abdul Aziz.

Abdul Aziz menjadi pembicara dalam acara diskusi yang diselenggarakan di ruang rapat Harian Surya Biro Malang, Selasa (9/4/2019).

Acara itu mengangkat topik Politik dan masa Depan Legislatif Kota Malang. Acara dipandu langsung oleh redaktur Harian Surya biro Malang, Hesti Kristanti.

“Dalam catatan kami, sampai hari ini, belum melihat ada calon yang tagline anti korupsi. Justru ada yang mengatakan kita tidak berani masang tagline itu karena bisa menjadi boomerang. Bahkan ada yang dilarang oleh pimpinan partai karena khawatir akan terjadi korupsi,” ujar Aziz.

Menurut Aziz, seorang caleg semestinya memiliki komitmen terhadap anti korupsi. Ia menduga, tidak adanya tagline anti korupsi karena masih adanya upaya praktik korupsi yang sewaktu-waktu bisa terjadi dan menimpa siapa saja.

“Karena tagline ini akan ditagih oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Aziz, masyarakat Kota Malang belum bisa melupakan sepenuhnya kasus korupsi yang terjadi beberapa waktu lalu. Kasus itu telah menghentakkan semua pihak.

“Masih terngiang di masyarakat Kota Malang, kasus korupsi beberapa waktu lalu. Terjaringnya wakil rakyat ini mengernyitkan dahi semua pihak. Sejatinya wakil rakyat menjadi teladan, tapi kemudian ini terjerembab di praktik korupsi. Kenapa tidak ada anggota dewan yang tidak mengingatkan?” ujar Aziz.

Aziz melihat melihat ada persoalan yang cukup akut dalam kasus ini. Bisa saja, kasus korupsi semacam itu terjadi di kota lainnya.

“Saya garis bawahi, adalah ketika legislatif diisi oleh orang-orang yang terpilih, sebenarnya itu memang sejatinya merepresentasi kepentingan rakyat. Tidak sebaliknya,” terangnya.

Dalam pemilihan yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini, Aziz berharap ada bibit-bibit baru yang lebih baik. Anggota legislative juga diminta untuk aktif turun langsung ke masyarakat.

“Kehadiran wakil rakyat di tengah rakyat belum dirasakan. Sejak tahun 2000 saya di Kota Malang, sampai hari ini belum wakil saya betul-betul turun ke masyarakat,” ujarnya di hadapan para mahasiswa dan perwakilan masyarakat yang turut serta dalam diskusi tersebut.

Diskusi itu juga membahas banyak hal, termasuk pantauan GMPK Malang Raya mengikuti sidang korupsi para mantan anggota DPRD Kota Malang di Pengadilan Tipikor Surabaya di Jl Juandan, Kabupaten Sidoarjo. Lebih lengkapnya, bisa langsung dilihat di dokumen video halaman Facebook Surya Arema.

Penulis: Benni Indo
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved