Malang Raya

Gairahkan Sineas Muda Malang Raya, Malang Film Festival Gandeng Viu Indonesia

Penyelenggaraan kali ini merupakan tahun ke 15. Kegiatan ini diselenggarakan Kine Klub UMM bekerja sama dengan Viu Indonesia.

Gairahkan Sineas Muda Malang Raya, Malang Film Festival Gandeng Viu Indonesia
suryamalang.com/Sylvianita Widyawati
Konferensi pers Malang Film Festival 2019, Rabu (10/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, DAU - Malang Film Festival (Mafi Fest) kembali digelar mulai 10-13 April 2019 di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Penyelenggaraan kali ini merupakan tahun ke 15. Kegiatan ini diselenggarakan Kine Klub UMM bekerja sama dengan Viu Indonesia.

Viu adalah platform digital yang biasanya menayangkan produksi film. "Baru pertama kali ini kami kerjasama dengan Mafi Fest," jelas Myra pada wartawan, Rabu (10/4/2019).

Viu ada di 17 negara, termasuk Indonesia dan berpusat di Amerika. Tapi di tiap negara punya bisnis model sendiri. "Dari puluhan ribu jam konten di Viu Indonesia, 30 persen diisi sineas Indonesia," jelas Myra.

Karena itu, dikatakan Myra, Viu bisa dimanfaatkan sineas Indonesia sehingga tayangannya tak hanya menjangkau Indonesia. Hal ini karena sineas kekurangan screen theater. Sementara di Indonesia tak ada platform ke tingkat dunia. Padahal diyakini kreatifitas sineas Indonesia cukup banyak.

"Memang kalau ke festival bisa, tapi biayanya sangat mahal," ucap Myra.

Maka dari itu, dengan ditayangkan ke Viu, bisa menjangkau ke 17 negara. Dan program itu bisa mendorong sineas Indonesia untuk bisa menjadi produksi original. Apalagi, menurut Myra, pihaknya juga ada akses pendanaan, peralatan dan sebagainya. Wirausaha di industri kreatif dapat diciptakan dari lingkungannya sehingga ada efek lain.

Dicontohkan Myra,  konten di Viu drama Korea (drakor) yang dampaknya terasa di Korea berdampak pada wisatawan milenial ke Korea gara-gara drakor cukup banyak. Hal itu banyak objek wisata baru gara-gara film drakor.

Sementara itu, Aliya Dwi Citra, Direktur Mafi Fest menyatakan, kerjasama dengan Viu Indonesia untuk Pictching Forum. Sehingga filmmaker muda Indonesia khususnya di Malang Raya yang punya dan memiliki ide cerita bisa diproduksi. Tak hanya berhenti di festival dan kompetisi tapi juga ke platform digital.

Tahun ini sebanyak 477 film Indonesia ikut kompetisi. Ada empat jenis lomba yaitu fiksi pendek mahasiswa dan buat pelajar, film dokumenter buat pelajar dan mahasiswa. Hasilnya ada 23 film yang lolos akurasi.

Sedangan juri film pendek fiksi untuk pelajar, Astu Prasidya menyatakan, melihat antusias pelajar dan mahasiswa yang ikut kompetisi. "Mereka sangat produktif," jawab Astu. Dari karya pelajar ada 125 film pendek dan karya mahasiswabada 352 film.

"Telah dipilih 7 film finalis mahasiswa dan lima finalis pelajar. Penilaiannya dari eksplorasi cerita, kebaruan mencapaian ide dan bertutur. Ini nanti yang menentukan masing-masing kategori pelajar dan mahasiswa," tuturnya.

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved