Malang Raya

Rumah Kreatif Mahasiswa, Program Hibah Kompetisi Mahasiswa Unisma Malang

RKM sendiri terilhami Jack Ma, pemilik perusahaan Ali Baba di China yang sukses dengan e commerse menjadi orang terkaya di Asia Tenggara

Rumah Kreatif Mahasiswa, Program Hibah Kompetisi Mahasiswa Unisma Malang
suryamalang.com/Sylvianita Widyawati
Launching Rumah Kreatif Mahasiswa di Unisma Kota Malang, Rabu (10/4/2019). 

SURYAMALANG.COM, KLOJEN - Universitas Islam Malang (Unisma) merilis program hibah kompetisi oleh Rektor Unisma Prof Dr Masykuri MSi. Namanya Rumah Kreatif Mahasiswa (RKM), Rabu (10/4/2019).

"RKM digagas sejak 2018," jelas Masykuri di acara yang dihadiri ratusan mahasiswa dan dosen.

Dijelaskan Masykuri, karena perlu disiapkan perangkat dan prosedurnya, maka RKM baru dilaunching tahun ini. RKM sendiri terilhami Jack Ma, pemilik perusahaan Ali Baba di China yang sukses dengan e commerse. Orang terkaya di Asia Tenggara ini disebutnya memikiki kemampuan mengembangkan manajemen ekonomi luar biasa.

Untuk itu, ungkap Masykuri, pihaknya ingin mahasiswa Unisma jadi kreator baru. Tak hanya kuasai Indonesia tapi dunia. Unisma menyiapkan anggaran Rp 500 juta di tahun pertama untuk kompetiai hibah mahasiswa. Namun tahun kedua kelak dijanjikan naik menjadi Rp 1 miliar.

"Jangan bayangkan Rumah Kreatif Mahasiswa ada kantornya di kampus. Tapi bisa dikembangkan dari kos-kosan sebagai social capital," jelasnya.

Dicontohkan Masykuri, ketika jadi tim interviewer di LPDP untuk calon mahasiswa S3, yang diperlukan tak hanya IP tinggi. Tapi juga apa yang telah dilakukan saat mahasiswa.

"Waktu itu saya wawancara mahasiswa psikologi. Saya tanya apa monumen yang Anda kembangkan saat mahasiswa? Ia menjawab membuat klinik konsultasi diawali di kos-kosannya," ucap Masykuri.

Kemudian klinik berkembang dan mendapat dukungan dinas pendidikan. Kini kliniknya dilanjutkan adik-adik tingkatnya. Dari klinik itu juga bisa membiayai kuliahnya. Fakultas tempat perguruan tinggi ia kuliah menjadikannya laboratorium kampus.

Dr Ir Badat Muwakhid MP, Wakil Rektor IiI Unisma menambahkan, dana hibah mulai Rp 10 juta sampai Rp 12,5 juta per tim. Dan disarankan anggota tim antar prodi.

"Tahun ini baru dirilis April 2019. Mendatang akan dirilis mulai awal tahun. Sehingga mulai April 2020 bisa diseleksi proposalnya," kata Badat.

Proyek tersebut, menurut Badat, juga bisa diteruskan pembiayaan di tahun kedua dan ketiga jika memungkinkan dikembangkan. "Jika nanti bisa mencapai skala nasional atau internasional, maka bisa memakai skema pendanaan lain," ujarnya.

Tak menutup kemungkinan, imbuh Badat, dari proposal tim bisa diseret ke PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) yang didanai Kemenristekdikti. Karena bukan gedung dan taman yang indah dibutuhkan perguruan tinggi, tetapi alumni-alumni yang kretif dan inovatif. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved