Kabar Surabaya

Pemanfaatan Aplikasi e-PNBP Dan MOMS Di Daerah Masih Perlu Didorong Untuk Mencapai 100 Persen

Tahun 2019 ini seluruh pelaku usaha di bidang pertambangan mineral dan batu bara bisa menggunakan aplikasi e-PNBP dan Minerba Online Monitoring System

Pemanfaatan Aplikasi e-PNBP Dan MOMS Di Daerah Masih Perlu Didorong Untuk Mencapai 100 Persen
suryamalang.com/Sri Handi Lestari
Wamen ESDM, Archandra Taher saat membuka acara Sosialisasi Aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP Minerba di Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar mentargetkan di tahun 2019 ini seluruh pelaku usaha di bidang pertambangan mineral dan batu bara bisa 100 persen menggunakan aplikasi e-PNBP dan Minerba Online Monitoring System (MOMS).

Dari catatan yang ada, untuk Izin Usaha Pertambangan (IUP) sub daerah, yang menggunakan aplikasi, dari 2.222 yang ditargetkan baru sekitar 26 persen pelaku usaha yang memanfaatkan aplikasi ini.

"Karena itu kami gelar sosialisasi yang terbagi di tiga wilayah untuk IUP daerah. Sementara untuk yang di pelaku usaha di sektor ini di wilayah Jakarta untuk Kontrak Kerja (KK) sudah 100 persen, kemudian PKP2B juga sudah 100 persen, sedangkan IUP Pusat (IUI + BUMN) sudah 98 persen," jelas Archandra Taher, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat membuka Sosialisasi Aplikasi Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP Minerba di Surabaya, Rabu (10/4/2019).

Sosialisasi di Surabaya ini mentargetkan pelaku usaha sektor tambang mineral dan batubara di wilayah tengah, yang meliputi Jawa Timur, Bali-Nusra, dan Kalimantan. Setelah sosialisasi mereka langsung melakukan pendaftaran IUP melalui aplikasi ini.

Bila setelah sosialisasi belum mendaftar, Kementerian ESDM akan melakukan jemput bola. “Nanti Kementerian ESDM kerjasama dengan dinas provinsi untuk memanggil daerah per daerah. Jadi, kami jemput bola,” tambah Archandra.

Dalam aplikasi tersebut, perusahaan tambang akan melaporkan data produksi, cadangan minerba dan hasil penjualan tambang. Sehingga, negara dapat mengetahui informasi lengkap mengenai perusahaan dan kegiatan tambangnya. Di sisi lain, perusahan juga akan mendapat transparansi dari aplikasi itu.

“Baik dari sisi pembayaran royaltinya, juga nanti hal-hal yang menyangkut pembagian daerahnya seperti apa. Karena, delapan puluh persen masuk ke (kas pemerintah) daerah,” jelas Arcandra.

Untuk itu, Arcandra memandang perlu edukasi kepada seluruh perusahaan minerba di daerah-daerah. Dirinya juga menyadari jika Kementerian ESDM juga harus mengikuti sistem yang sudah online tersebut.

“Kalau sudah dibuat sistemnya, tinggal bagaimana kami menerangkan kepada perusahaan – perusahaan ini untuk bergabung dan mau mendaftarkan diri pada MOMS. Sehingga, semua data jadi akurat,” ungkapnya.

Penggunaan aplikasi ini juga untuk mendorong Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor mineral dan batubara yang ditahun 2019 ini ditargetkan mencapai Rp 43,2 triliun. Sampai triwulan I sudah tercapai Rp 9 triliun.

"Optimis dengan sistim aplikasi ini bisa mendorong pencapaian target tersebut. Sebelum ada aplikasi, terakhir capaian hanya di Rp 400 miliar," tandas Archandra.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Achmad Amru Muiz
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved