Kabar Surabaya

Pemilik Sushi Jowo Surabaya Buat Catatan Harian untuk Kontrol Perkembangan Usaha Rumahan

Memulai usaha sejak enam tahun lalu, kini Sushi Jowo Surabaya memiliki omzet setidaknya Rp 6 juta ketika orderan sepi.

Pemilik Sushi Jowo Surabaya Buat Catatan Harian untuk Kontrol Perkembangan Usaha Rumahan
Hefty
Lelly Winety, owner Sushi Jowo Surabaya. 

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Memulai usaha sejak enam tahun lalu, kini Sushi Jowo Surabaya memiliki omzet setidaknya Rp 6 juta ketika orderan sepi.

Apabila sedang ramai, omzetnya bisa Rp 10 juta setiap bulan. Hal itu disampaikan Lelly Winety, owner Sushi Jowo Surabaya.

Imbuhnya, usaha yang sudah dirintisnya sejak 2013 itu diurusnya berdua dengan sang ibu. Pembagian tugasnya, ia menangani mengenai pemasaran usaha, sementara sang ibu pada produksi.

"Kalau saya lebih ke pemasarannya, termasuk keputusan untuk gabung go food dan grab food pada 2016 lalu. Untuk produksi lebih ke ibu, saya sedikit bantu-bantu," papar Lelly.

Imbuhnya, sebagai usaha rumahan, pemasaran tidak hanya seputar bagaimana menjual produk ke masyarakat. Mengatur dan mencatat pendapatan serta pengeluaran usaha juga tidak kalah pentingnya.

"Kalau usaha rumahan, riskannya itu pendapatan usaha dan rumah tangga kecampur, begitu juga pengeluarannya. Nah untuk menghindari itu, catatan itu penting," ungkap Lelly yang merupakan alumni akuntansi STIE Perbanas Surabaya.

Sushi Jowo Surabaya, Berawal dari Tugas Kuliah Asal-asalan Ternyata jadi Bisnis Serius

Proposal Produk Khayalan Dapat Beasiswa Usaha dari Bank, Kini Laris via Go Food dan Grab Food

Di awal memulai Sushi Jowo, Lelly pun sempat mengalami situasi tidak tahu berapa uang masuk dan keluar ke mana. Ketidaktahuan itu menurutnya akan menghambat kemajuan usaha.

Dengan tidak mengetahui berapa banyak pendapatan dan pengeluaran, seorang pengusaha tidak dapat melakukan evaluasi keuangannya. Sementara dalam menjalankan usaha, keuangan merupakan hal yang harus terkontrol untuk terus berjalan.

Lenny pun menyarankan adanya catatan harian untuk keuangan usaha. Memiliki buku khusus untuk catatan teraebut juga sangat penting dilakukan.

"Saya dulu juga gitu, sering kecampur uang pribadi dan usaha. Seiring berjalannya waktu, saya usahakan untuk memisahkan keduanya. Karena penting tau berapa pengeluaran dan pendapatan itu, supaya kita bisa evaluasi, tau apa untung apa rugi? Kalau untung mau apa, kalau rugi gimana?" ujarnya yang juga seorang ibu satu anak itu. Hefty's Suud

Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved