Kota Batu

Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Perbaikan Penggunaan Aset

Pengelolaan barang milik daerah di Kota Batu dirasa masih belum maksimal.

Raperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Perbaikan Penggunaan Aset
SURYAMALANG.COM/Sany Eka Putri
Gedung cipta karya di Jalan Kartini aset Pemkot Batu yang belum dimanfaatkan sampai sekarang. 

SURYAMALANG.COM, KOTA BATU - Pengelolaan barang milik daerah di Kota Batu dirasa masih belum maksimal.

Karena kurang maksimal ini mempengaruhi pendapatan daerah. Oleh karena itu diharapkan dalam Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ini bisa menyelesaikan masalah terkait nilai aset di Kota Batu.

Wakil Ketua DPRD Batu Nurrochman mengatakan Raperda ini untuk meminimalisir terjadinya kerugian daerah.

“Kalau dimaksimalkan penggunaannya, kerugian itu bisa diminimalisir juga,” kata Nurrochman, Kamis (11/4/2019).

Selama ini, lanjutnya masih belum jelas status aset yang dikelola.

Oleh karena itu dalam Raperda ini nanti menjelaskan semua, jenis barang milik daerah termasuk aset.

Ia menyebutkan di Kota Batu memang banyak barang milik daerah yang masih belum jelas statusnya.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko menambahkan dalam Raperda ini juga mengatur tarif untuk retribusi yang dikenakan barang aset kota Batu.

“Ya intinya peningkatan PAD itu memang perlu, tetapi kami di sini meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” kata Dewanti.

Termasuk, lanjutnya barang aset milik Kota Batu yang akan dipinjam pakai oleh sekolah atau instansi lainnya yang membutuhkan.

Penulis: Sany Eka Putri
Editor: Zainuddin
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved