Kabar Trenggalek

Pegawai Negeri dan Pensiunan di Balik Gerombolan Maling Kayu Sono Keling di Tepi Jalan Raya

Mereka adalah St, Ag, Kw, dan Tt. Kw adalah seorang ASN di Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) di Kediri. Saat ditangkap, Kw masih mengena

Pegawai Negeri dan Pensiunan di Balik Gerombolan Maling Kayu Sono Keling di Tepi Jalan Raya
ist
Penebangan kayu Sono Keling di depan Mapolsek Sumbergempol, Tulungagung. Dalam foto itu terlihat laki-laki tengah berada di atas pohon yang tumbang. Setelah melakukan pelacakan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BB KSDA) dan di antara pelaku industri kayu, orang itu ditengarai sebagai pedagang kayu. Namanya Agus. 

SURYAMALANG.COM, TRENGGALEK - Personil Satreskrim Polres Trenggalek menangkap delapan terduga pembalakan liar pohon Sono Keling di tepi jalan nasional Tulungagung dan Trenggalek. Empat di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka adalah St, Ag, Kw, dan Tt. Kw adalah pegawai negeri di Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) di Kediri. Saat ditangkap, Kw masih mengenakan seragam.

Tt adalah pensiunan aparatur sipil negara (ASN) di instansi yang sama dengan Kw.

Sedangkan Ag adalah koordinator dari semua aksi pembalakan liar ini. Agus adalah sosok yang fotonya sempat tersebar, tengah di atas pohon Sono Keling yang baru ditebang.

“Empat lainnya hanya berstatus sebagai saksi. Mereka hanya kuli yang dibayar untuk mengangkut hasil tebangan,” terang Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, melalui Kasat Reskrim AKP Sumi Andana, Minggu (14/4/2019).

Namun Andana menolak mengungkapkan lebih jauh peran dari para tersangka. Andana menegaskan, pihaknya masih mencari kayu yang telah dibalak oleh para pelaku. Pelacakan dilakukan di antara industri yang menampung kayu sono keling.

Dinamisator Jaringan Pemantau Independek Kehutanan (JPIK) Nasional, M Ichwan Musyofa mengatakan, Ag selama ini sudah terdeteksi. Di antara para pedagang kayu, AG dikenal luas sebagai broker besar.

“Begitu fotonya saya tunjukkan ke antara pedagang kayu, semua sudah tahu Ag. Artinya dia memang pemain besar,” ujar Ichwan.

Namun Ichwan mengingatkan, kasus yang bergulir di Trenggalek adalah pembalakkan di tepi jalan nasional Kabupaten Trenggalek. Total ada 42 pohon sono keling yang ditebang. Sementara jumlah yang lebih besar dibalak di wilayah Tulungagung, yaitu 47 pohon.

JPIK berharap, Polres Tulungagung juga mengusut kasus ini. Dengan demikian nantinya ada dua berkas perkara yang diterbitkan polisi, satu di Polres Trenggalek dan satunya di Polres Tulungagung.

“Ini memang satu rangkaian perbuatan. Tapi lokasinya kan berbeda, pohon-pohon yang ditebang kan berbeda,” tambah Ichwan.

Dari informasi yang didapat di antara pedagang kayu, Ag selama ini dikenal dekat dengan penegak hukum. Bahkan dia mengaku dari seorang pejabat kepolisian.

Penulis: David Yohanes
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved