Malang Raya

Balai Arkeologi Yogyakarta Kesulitan Rekonstruksi Situs Sekaran di Kabupaten Malang

"Kemungkinan Situs Sekaran ini hanya tersisa 20 persen saja dari keseluruhannya," tutur Ketua Tim Penelitian Penjajagan Situs Sekaran, Hery Priswanto,

Balai Arkeologi Yogyakarta Kesulitan Rekonstruksi Situs Sekaran di Kabupaten Malang
hayu yudha prabowo
PAGARI SITUS SEKARAN - Pihak Jasa Marga Malang Pandaan saat melihat Situs Sekaran yang diduga dari era pra Majapahit di Proyek Tol Malang-Pandaan Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Senin (25/3/2019). Warga desa setempat secara swadaya memagari situs ini untuk melindungi situs dari pengunjung yang nekat masuk garis pembatas. 

SURYAMALANG.COM, PAKIS - Balai Arkeologi Yogyakarta menyebut rekonstruksi Situs Sekaran, Desa Sekarpuro Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, sulit dilakukan lantaran bangunan situs hanya tersisa 20 persen.

Sebelumnya, Balar Yogyakarta telah melakukan penelitian penjajagan di Situs Sekaran selama lima hari mulai Rabu (9/4) hingga Senin (15/4).

"Kemungkinan Situs Sekaran ini hanya tersisa 20 persen saja dari keseluruhannya," tutur Ketua Tim Penelitian Penjajagan Situs Sekaran, Hery Priswanto, Senin (15/4/2019).

Ia menambahkan hingga saat ini, Balar Yogyakarta belum bisa memperkirakan bantuk bangunan situs yang sebenarnya. Sebab struktur bangunan yang ditemukan di lokasi, hanya berupa pondasi, bangunan berundak yang diduga sebuah paduraksa.

"Tidak bisa kami kira-kira seperti apa (bangunan atas)," ucap dia.

Menurut Hery, kerusakan Situs Sekaran tidak disebabkan oleh bencana alam. Rusaknya situs purbakala yang berada di kawasan pembangunan Tol Pandaan-Malang itu karena aktivitas manusia.

"Ada fase di mana bangunan di Situs Sekaran dirusak oleh manusia untuk kepentingan lain seperti menjadikan batu-bata untuk semen dan yang lain," katanya.

Terkait periodesasi bangunan situs, Balar Yogyakarta juga belum dapat memastikan lantaran kondisi situs yang telah hancur, "Terganggu, jadi belum bisa kami ambil sampling untuk dilakukan uji karbon," pungkasnya.

Sebelumnya, arkeolog dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim telah melakukan ekskavasi penyelamatan di Situs Sekaran. Kesimpulan sementara diambil bahwa bangunan yang ada di Situs Sekaran adalah komplek peribadatan era Kerajaan Singasari yang menghadap ke Gunung Semeru.

Penulis: Aminatus Sofya
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved