Kabar Mojokerto

Dua Maling 5 Tabung Gas LPG hanya Bercelana Dalam saat Diarak Menuju Markas Polsek Pacet, Mojokerto

Warga mengarak kedua tersangka dengan berjalan kaki ke Polsek Pacet. Saat diarak tersangka hanya menggunakan celana dalam saja.

Dua Maling 5 Tabung Gas LPG hanya Bercelana Dalam saat Diarak Menuju Markas Polsek Pacet, Mojokerto
web
ILUSTRASI 

SURYAMALANG.COM, MOJOKERTO - Alfian Pramana Putra (21), warga Jalan Karang Tembok, Kelurahan Pegirian Kecamatan Semampir, Kota Surabaya dan Muis Ashariyanto (22), warga Dusun Made, Desa/Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto tepergok warga saat mencuri 5 tabung gas LPG 3 kg.

Warga mengarak kedua tersangka dengan berjalan kaki ke markas Polsek Pacet. Saat diarak tersangka hanya menggunakan celana dalam.

Saksi mata bernama Ngadiyono (48) mengatakan, warga memergoki tersangka saat nongkrong di sebuah pos yang letaknya hanya 5 meter dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) yakni kantor Perhutani Pacet.

Kanitreskrim Polsek Pacet, Mojokerto, Ipda Misdak, menunjukkan gerobak pedagang kaki lima yang menjadi sasaran dua tersangka pencurian tabung gas LPG, Selasa (16/4/2019).
Kanitreskrim Polsek Pacet, Mojokerto, Ipda Misdak, menunjukkan gerobak pedagang kaki lima yang menjadi sasaran dua tersangka pencurian tabung gas LPG, Selasa (16/4/2019). (Danendra Kusuma)

"Saat nongkrong, sejumlah warga didominasi Karang Taruna curiga dengan dua tersangka karena malam-malam membawa LPG 3 kg sebanyak 5 buah," katanya, Selasa (16/4/2019).

Kemudian, warga tersebut menanyakan kepemilikan 5 tabung gas LPG tersebut. Sebelumnya, beberapa pedagang juga sering kehilangan tabung gas LPG.

"Saat ditanya mereka sempat tak mengakui. Namun, warga tak langsung percaya. Warga terus mendesak agar dua pemuda itu terus terang. Akhirnya mereka mengakui bila tabung gas LPG itu dicuri dari gerobak pedagang yang diletakkan di dalam area Kantor Perhutani. Sebanyak 10 warga langsung mengarak ke Polsek Pacet, para pelaku tidak dihakimi masa," terangnya.

Ngadiyono mengungkapkan bila dua tersangka tersebut sering nongkrong di area Pacet. Dia menduga, tabung gas LPG milik pedagang yang hilang beberapa bulan yang lalu, juga dicuri oleh mereka.

"Saya menduga yang mencuri LPG milik pedagang beberapa bulan yang lalu, kedua tersangka," sebutnya.

Ngadiyono berjualan durian di depan pintu gerbang Kantor Perhutani Pacet. Dia melihat kedua tersangka ke luar dari pintu gerbang Kantor Perhutani Pacet.

"Saat ke luar, tersangka tidak membawa apa-apa. Saya pun tak curiga. Mungkin saat masuk melalui pintu belakang. Begitu pula saat mereka membawa tabung LPG hasil curian ke pos yang biasa dibuat sopir truk nongkrong," ucapnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Pacet, Ipda Misdak menyebutkan, tersangka mencuri tabung LPG disimpan di gerobak pedagang Senin (15/4) sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka mencuri tabung gas LPG yang disimpan di 4 gerobak.

"Namun, warga baru memergoki tersangka telah mencuri LPG Selasa (16/4) sekitar pukul 02.00 WIB. Mereka mencongkel engsel pintu gerobak untuk mengambil LPG. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp 900.000. Setelah berjualan, para pedagang biasanya menyimpan gerobak di halaman belakang Kantor Perhutani Pacet," sebutnya.

Kedua tersangka kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Mereka telah mendekam di penjara Polsek Pacet. Kedua tersangka akan dijerat Pasal 363 huruf ke 3e dan ke 5e KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun.

Penulis: Danendra Kusuma
Editor: yuli
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved