Rumah Politik Jatim

7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Surabaya Mencoblos di TPS, Ini proses Seleksinya untuk Pemilu 2019

Tujuh Orang dengan Gangguan Jiwa yang mencoblos Pemilu 2019 itu merupakan seleksi dari sebanyak 200 pasien yang menjalani rawat inap di RS Jiwa Menur

7 Pasien Gangguan Jiwa RSJ Menur Surabaya Mencoblos di TPS, Ini proses Seleksinya untuk Pemilu 2019
TribunJatim.com/Nur Ika Anisa
Suasana Pemilu 2019 di RSJ Menur. Seorang pasien gangguan kejiwaan RSJ Menur mencelupkan jari ke tinta usai mencoblos di TPS RSJ Menur dalam Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019) 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Nur Ika Anisa

SURYAMALANG.COM, SURABAYA - Sebanyak tujuh Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa Menur mendapat rekomendasi untuk memberikan hak suaranya pada Pilpres 2019, Rabu (17/4/2019).

Mereka tampak bersiap mengikuti proses pemungutan suara Pilpres 2019.

Pemungutan suara Pilpres 2019 itu dilakukan di ruang utama RSJ Menur.

Tujuh Orang dengan Gangguan Jiwa itu merupakan seleksi dari sebanyak 200 pasien yang menjalani rawat inap di RS Jiwa Menur.

Hitungan Suara Bagi Caleg untuk Bisa jadi Anggota DPRD /DPR RI di Pemilu 2019, Beda dari Sebelumnya

Penentuan Suara Sah dan Tidak Sah di Pilpres dan Pileg Pemilu 2019, Perhatikan Surat Suara di TPS !

Pemilu 2019 Bagi Warga Suku Tengger, Antri Ramai untuk Nyoblos Sekaligus Edukasi di TPS Rumah Adat

"Sudah diseleksi sesuai dengan arahan syarat administratif dari KPU bahwa harus terdaftar DPT. Salah satu syarat terdaftar di DPT itu memiliki KTP," kata 

Kepala Bidang Penunjang Medis dan Anggota Komite Etik dan Hukum RSJ Menur Dr Yulias Effendi Sp.Kj MH di RSJ Menur, Rabu (17/4/2019).

Dari sejumlah 200 pasien, pihaknya menyeleksi 65 pasien sesuai arahan Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI).

Seleksi tersebut, disebutkan Yulias yaitu mengenai syarat kognitif, fungsi akal dan tidak agresif.

"Syaratnya bisa memadai untuk mencoblos itu, pertama fungsi kognitif, fungsi akalnya masih berjalan dengan baik. Yang kedua tidak agresif atau berbahaya bagi orang lain, yang ketiga bisa berperilaku sesuai norma-norma yang umum di masyarakat," paparnya.

Halaman
123
Editor: Dyan Rekohadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved